Tiga Makanan Pemicu Perut Buncit, Kolesterol, dan Asam Urat Versi dr. Zaidul Akbar
- 22 Sep 2026 07:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Penumpukan lemak perut serta gangguan metabolisme seperti kolesterol dan asam urat sering kali dipicu oleh kebiasaan konsumsi makanan harian.Penggagas jurus sehat ala Rasulullah, dr.Zaidul Akbar, mengungkapkan terdapat tiga jenis makanan utama yang menjadi pemicunya.
Ancaman Makanan Berbahan Tepung
Jenis makanan pertama yang sangat diimbau untuk dihindari adalah olahan berbahan dasar tepung-tepungan. Konsumsi tepung berlebihan dapat memicu lonjakan asupan kalori harian yang dengan cepat menumpuk menjadi lemak tubuh.
Karbohidrat olahan dari tepung tanpa imbangan aktivitas fisik juga dapat mengganggu sensitivitas insulin tubuh. Kondisi ini secara perlahan membuat ukuran lingkar pinggang membuncit serta memperburuk profil metabolisme.
Bahaya Gorengan Bagi Kolesterol
Makanan kedua yang perlu dibatasi secara ketat adalah gorengan yang dimasak menggunakan minyak panas. Kandungan lemak jenuh serta lemak trans pada gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam pembuluh darah.
| Baca juga: Awas Lambung jika Terlalu Sering Makan Pedas |
Pengolahan minyak goreng berulang kali juga berpotensi memicu reaksi peradangan pada organ tubuh. Membatasi makanan berlemak tinggi ini sangat penting demi menjaga kesehatan sistem kardiovaskular secara menyeluruh.
Gula Pasir Pemicu Asam Urat
Jenis makanan ketiga yang terbukti berbahaya bagi kesehatan adalah makanan dan minuman tinggi gula pasir. Asupan gula berlebih tidak hanya menambah timbunan lemak di perut, tetapi juga mengganggu sistem metabolisme purin.
Metabolisme gula pasir yang tidak seimbang dapat memicu peningkatan konsentrasi asam urat dalam darah. Penumpukan zat tersebut berisiko mengendap pada sendi dan menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas.
Demi mencegah berbagai penyakit kronis, dr. Zaidul Akbar menganjurkan masyarakat untuk kembali mengonsumsi makanan utuh yang alami. Ulasan kesehatan ini dirangkum dari paparan kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....