Suka Keringetan Terus, Tanda Apa? Kenali Penyebab dan Kapan Perlu Waspada
- 21 Sep 2026 21:01 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Keringat merupakan respons alami tubuh untuk mengatur suhu, terutama ketika seseorang berada di tempat panas, berolahraga, atau melakukan aktivitas fisik. Namun, jika seseorang mudah berkeringat dalam jumlah banyak meskipun tidak sedang kepanasan atau beraktivitas berat, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari kondisi tubuh hingga gangguan yang disebut hiperhidrosis.
Pada sebagian orang, keringat berlebih dapat merupakan hiperhidrosis primer, yaitu kondisi ketika produksi keringat melebihi kebutuhan tubuh tanpa penyebab medis yang jelas. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini diduga berkaitan dengan aktivitas sistem saraf simpatis yang mengatur kelenjar keringat, dan sering muncul pada area tertentu seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau wajah.
Selain hiperhidrosis primer, keringat berlebih juga dapat menjadi hiperhidrosis sekunder yang berhubungan dengan kondisi kesehatan tertentu atau penggunaan obat-obatan. Kajian ilmiah menyebutkan bahwa penyebab sekunder dapat berkaitan dengan gangguan endokrin, neurologis, infeksi, keganasan, maupun efek obat, sehingga pola dan waktu munculnya keringat perlu diperhatikan.
Keringat yang muncul karena cuaca panas atau aktivitas fisik pada dasarnya merupakan mekanisme normal tubuh untuk mendinginkan diri. Tinjauan penelitian terbaru mengenai fungsi kelenjar keringat menjelaskan bahwa faktor lingkungan, musim, kebiasaan berolahraga, usia, dan karakteristik biologis seseorang dapat memengaruhi seberapa banyak tubuh mengeluarkan keringat.
| Baca juga: Mudah Marah? Mungkin karena Kurang Tidur |
Rasa gugup, cemas, atau tekanan emosional juga dapat memicu keluarnya keringat karena adanya respons sistem saraf otonom. Pada hiperhidrosis primer, keringat berlebih bahkan dapat terjadi ketika kebutuhan tubuh untuk mendinginkan diri tidak meningkat, sehingga kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.
Seseorang sebaiknya memperhatikan apabila keringat berlebih muncul secara tiba-tiba, terjadi di seluruh tubuh, berlangsung terus-menerus, atau disertai keluhan lain yang tidak biasa. Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu mencari kemungkinan penyebab yang mendasarinya karena keringat berlebih tidak selalu berarti hiperhidrosis primer.
Salah satu penelitian yang dapat menjadi rujukan adalah “Primary hyperhidrosis: an updated review” yang diterbitkan dalam Drugs – Real World Outcomes pada 2025 dan membahas penyebab, mekanisme, diagnosis, serta penanganan hiperhidrosis primer. Sementara itu, penelitian “The etiology, diagnosis, and management of hyperhidrosis: A comprehensive review: Etiology and clinical work-up” dalam Journal of the American Academy of Dermatology membahas perbedaan hiperhidrosis primer dan sekunder serta pentingnya menyingkirkan penyebab medis sebelum menentukan diagnosis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....