Mudah Marah? Mungkin karena Kurang Tidur
- 27 Agt 2026 21:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lelah dan mengantuk sepanjang hari, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik hingga suasana hati. Sejumlah perubahan yang muncul pada tubuh bisa menjadi tanda bahwa waktu dan kualitas tidur belum tercukupi.
Salah satu tanda yang dapat terlihat adalah wajah tampak lelah, area mata terlihat kurang segar, hingga munculnya jerawat. Kurangnya waktu istirahat juga dapat membuat seseorang merasa tidak enak badan ketika bangun pada pagi hari.
Perubahan berat badan juga dapat berkaitan dengan kebiasaan tidur yang kurang baik. Saat kurang tidur, seseorang bisa lebih mudah mengidam makanan tinggi gula, lemak, atau makanan kurang sehat lainnya sehingga pola makan ikut berubah.
Tanda lainnya adalah kebutuhan mengonsumsi kafein yang semakin meningkat agar tetap terjaga dan beraktivitas. Kopi atau minuman berkafein mungkin membantu mengurangi rasa kantuk sementara, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh terhadap tidur yang cukup.
Kurang tidur juga dapat memengaruhi kondisi emosional, seperti menjadi lebih mudah marah, sensitif, atau mengalami perubahan suasana hati. Selain itu, kemampuan mengingat, berkonsentrasi, dan mempertahankan fokus saat menjalankan aktivitas sehari-hari juga dapat menurun.
Orang dewasa pada umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Tidak hanya durasinya, kualitas dan keteraturan waktu tidur juga penting agar tubuh memperoleh waktu pemulihan yang memadai.
Jika gangguan tidur atau keluhan akibat kurang tidur terus berlangsung dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan ke tenaga kesehatan dapat dipertimbangkan. Konsultasi juga dapat membantu mengetahui apakah terdapat kondisi yang mendasari gangguan tidur, seperti insomnia atau sleep apnea.
Sumber: Instagram Yayasan Jantung Indonesia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....