Dopamine Menu yang Diklaim Bantu Kurangi Stres
- 20 Jul 2026 09:19 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Istilah dopamine menu belakangan ramai dibahas di media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Konsep ini mengajak seseorang menyusun daftar aktivitas sederhana yang dapat memberikan rasa senang dan membantu mengurangi stres tanpa harus menghabiskan banyak biaya.
Menurut psikolog klinis Dr. Jessica Stern dari NYU Langone Health, dopamine menu bukanlah daftar makanan, melainkan kumpulan aktivitas positif yang dapat meningkatkan suasana hati. Aktivitas tersebut bisa berupa berjalan kaki, mendengarkan musik, membaca buku, membuat secangkir teh, hingga mengobrol dengan orang terdekat.
Sementara itu, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa dopamin merupakan zat kimia di otak yang berperan dalam sistem penghargaan (reward system). Saat seseorang melakukan aktivitas yang menyenangkan dan sehat, otak akan melepaskan dopamin sehingga muncul perasaan puas, termotivasi, dan lebih bersemangat.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa dopamine menu bukan cara instan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. Psikolog menyarankan masyarakat tetap mengelola stres melalui pola hidup sehat, tidur yang cukup, olahraga rutin, serta mencari bantuan profesional apabila keluhan stres berlangsung dalam waktu lama.
Konsep dopamine menu biasanya dibagi menjadi beberapa pilihan aktivitas sesuai kebutuhan. Misalnya aktivitas singkat selama lima menit seperti peregangan, aktivitas utama seperti berolahraga atau berkebun, hingga aktivitas khusus yang dilakukan sebagai bentuk penghargaan setelah menyelesaikan pekerjaan.
Menurut Dr. Adam Borland, psikolog dari Cleveland Clinic, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kesehatan mental. Ia menilai aktivitas yang memberikan rasa tenang dan kebahagiaan akan lebih bermanfaat dibandingkan mencari hiburan yang hanya memberikan kepuasan sesaat.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental, tren dopamine menu dinilai membawa pesan positif. Namun, para ahli menekankan bahwa yang terpenting bukan mengikuti tren, melainkan menemukan aktivitas sehat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....