Waspada ISPA di Musim Kemarau, Berikut Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan
- 08 Sep 2026 16:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Cuaca panas, udara kering, dan debu yang beterbangan adalah pemandangan khas musim kemarau. Sayangnya, kondisi ini juga sering membuat tenggorokan terasa kering, hidung tersumbat, atau batuk yang tak mau berhenti.
Banyak orang menganggapnya sebagai batuk pilek biasa yang akan sembuh sendiri. Padahal, jika keluhan ini terus berlanjut, bisa jadi yang terjadi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau gangguan pernapasan lain yang butuh penanganan lebih serius.
Merangkum dari laman resmi Kemenkes RI ISPA menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga saluran napas bagian bawah. Virus menjadi penyebab paling umum, meski bakteri juga bisa jadi biang keroknya.
Gejalanya juga cukup familiar seperti batuk, hidung tersumbat atau pilek, sakit tenggorokan, demam, badan lemas, sampai sesak napas. Masalahnya, gejala-gejala ini juga muncul pada penyakit pernapasan lain, sehingga sulit menebak penyebab pastinya hanya dari keluhan yang dirasakan.
Bukan hanya virus dan bakteri yang jadi biang masalah pernapasan, pada musim kemarau, kadar debu dan partikel halus di udara ikut meningkat. Partikel-partikel kecil ini bisa mengiritasi saluran napas begitu terhirup, dan efeknya lebih terasa pada kelompok rentan, bayi, anak-anak, hingga lansia.
Tak jarang, kombinasi udara kering dan paparan debu justru memperpanjang masa sakit yang seharusnya sudah membaik. Batuk pilek ringan biasanya reda sendiri dalam beberapa hari namun ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan, berikut gejalanya :.
1. Gejala menetap lebih dari 10 hari tanpa ada perbaikan
2. Kondisi justru memburuk setelah sempat terasa lebih baik
3. Demam yang tak kunjung turun
4. Napas jadi cepat atau terasa sesak
5. Muncul suara mengi saat bernapas
6. Nyeri di dada
7. Tanda-tanda dehidrasi mulai terlihat
Kelompok bayi, anak kecil, lansia, atau siapa saja dengan kondisi kesehatan tertentu dan daya tahan tubuh lemah, sebaiknya tidak menunggu terlalu lama untuk memeriksakan diri. Risiko komplikasi pada kelompok ini jauh lebih tinggi dibanding orang dewasa yang sehat.
Melindungi diri dari gangguan pernapasan di musim kemarau sebenarnya tidak perlu rumit. Beberapa kebiasaan kecil berikut bisa membantu:
1. Hindari area berdebu atau berasap sebisa mungkin
2. Rutin mencuci tangan
3. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
| Baca juga: Berikut Penyakit yang Ditularkan oleh Nyamuk |
4. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik
5. Jangan lupa minum air yang cukup
6. Beri tubuh waktu istirahat yang memadai
7. Ikuti anjuran vaksinasi yang berlaku
8. Kalau sedang sakit, ada baiknya membatasi kontak dengan orang lain dulu.
Batuk pilek yang berkepanjangan bukan hal yang layak dianggap sepele, kenali tanda-tanda bahayanya, hindari kebiasaan minum antibiotik tanpa anjuran tenaga kesehatan. Langkah-langkah kecil ini bisa membantu memutus rantai penularan ISPA, jangan ragu memeriksakan diri jika gejala tak kunjung membaik atau justru semakin berat.
Sumber Kemenkes RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....