Cara agar Mood di Pagi Hari jangan Berantakan
- 21 Jun 2026 14:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, BENGKULU - Memulai pagi hari dengan suasana hati (mood) yang buruk atau berantakan sering kali bisa merusak produktivitas sepanjang hari. Fenomena ini bukan sekadar perasaan subjektif, melainkan memiliki dasar biologis dan psikologis yang kuat.
Berikut adalah beberapa cara ilmiah agar mood pagi Anda tetap terjaga, didukung oleh bukti dari jurnal kesehatan yang resmi.
Cara Menjaga Mood Pagi Tetap Stabil
- Bangun Sesuai Siklus Tidur (Hindari Tombol Snooze)
Menekan tombol snooze (tunda) pada alarm justru akan membuat Anda merasa lebih lelah dan uring-uringan. Saat Anda tidur kembali setelah alarm berbunyi, tubuh memulai siklus tidur baru yang terfragmentasi. Ketika alarm berbunyi lagi beberapa menit kemudian, Anda terbangun di tengah-tengah fase tidur dalam (deep sleep), yang memicu kondisi bernama Inersia Tidur (Sleep Inertia). - Dapatkan Paparan Cahaya Matahari Alami
Segera setelah bangun tidur, bukalah tirai jendela Anda. Paparan cahaya matahari pagi mengirimkan sinyal ke otak untuk menghentikan produksi hormon melatonin (hormon tidur) dan mulai melepaskan kortisol serta serotonin yang meningkatkan energi dan memperbaiki suasana hati. - Batasi Penggunaan Gawai (Screen Time) di 30 Menit Pertama
Memeriksa ponsel segera setelah bangun tidur—baik itu email kerjaan maupun media sosial—memaksa otak Anda melompati gelombang alfa (santai/fokus) langsung ke gelombang beta (stres/waspada). Ini memicu kecemasan prematur sebelum hari Anda benar-benar dimulai. - Hidrasi Tubuh dan Sarapan Sehat
Tubuh kehilangan banyak cairan selama tidur. Dehidrasi ringan terbukti secara klinis dapat memicu penurunan fungsi kognitif dan ketegangan saraf yang berdampak langsung pada emosi negatif di pagi hari.
Efek dari pola bangun pagi terhadap kesehatan mental ini telah banyak diteliti. Salah satu studi yang sangat valid diterbitkan dalam jurnal psikiatri terkemuka, JAMA Psychiatry (2021).
Studi kolaboratif yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Colorado Boulder, MIT, dan Harvard menganalisis data genetik serta pola tidur dari sekitar 840.000 individu. Penelitian tersebut menemukan bahwa menggeser waktu tidur dan waktu bangun satu jam lebih awal (tanpa mengurangi durasi total tidur) dapat menurunkan risiko depresi berat sebesar 23%.
Para peneliti menjelaskan bahwa orang yang bangun lebih awal mendapatkan paparan cahaya alami yang lebih optimal sepanjang hari. Hal ini berdampak langsung pada regulasi ritme sirkadian (jam biologis tubuh) dan stabilitas hormon yang mengatur suasana hati, sehingga secara signifikan menekan munculnya emosi negatif atau mood yang berantakan di pagi hari.
Dengan memperbaiki kebiasaan sebelum dan sesudah membuka mata di pagi hari, Anda sedang memberikan investasi terbaik bagi kesehatan mental dan produktivitas Anda sepanjang hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....