Konsumsi Minuman Tinggi Kalori Beresiko Obesitas
- 08 Sep 2026 09:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu - Di sela kesibukan bekerja, banyak pegawai kantoran, rumah sakit, perusahaan industri ataupun pegawai yang bekerja shif, sering memilih minuman seperti kopi susu, boba, teh manis, minuman cokelat, atau minuman berenergi. Rasanya enak, menyegarkan, dan dianggap mampu meningkatkan semangat kerja.
Namun, di balik rasanya yang nikmat, sebagian besar minuman tersebut mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi. Minuman tinggi kalori dapat menjadi teman ketika tubuh membutuhkan tambahan energi.
Misalnya setelah bekerja berat atau saat tidak sempat makan. Pada kondisi tertentu, seperti seseorang dengan berat badan kurang atau dalam masa pemulihan, minuman tinggi kalori juga dapat membantu memenuhi kebutuhan energi apabila dikonsumsi sesuai anjuran tenaga Kesehatan namun masalah akan muncul ketika minuman tinggi kalori dikonsumsi setiap hari.
Merangkum dari laman resmi Kemenkes RI satu gelas kopi susu atau boba ukuran sedang dapat mengandung sekitar 250–500 kalori, setara dengan sepiring nasi dan lauk. Kalori dari minuman biasanya tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama sehingga seseorang tetap makan seperti biasa.
Akibatnya, jumlah kalori yang masuk menjadi berlebihan. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, berat badan dapat meningkat dan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung ikut meningkat.
Risiko tersebut lebih besar terjadi pada pegawai yang banyak bekerja sambil duduk dan kurang melakukan aktivitas fisik. Bukan berarti semua minuman tinggi kalori harus dihindari, kuncinya adalah memilih dengan bijak.
Melamsir dari laman resmi Kemenkes RI terdapat beberapa tips untuk membatasi konsumsi minuman manis. Mulai dari pilih ukuran kecil, kurangi gula, hindari terlalu banyak topping seperti boba, krim, atau sirup, dan jadikan air putih sebagai minuman utama setiap hari.
Selain itu pilih susu rendah lemak tanpa gula tambahan, teh tanpa gula, atau infused water juga dapat menjadi pilihan yang lebih sehat. Selain memperhatikan minuman, kita juha bisa melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, membawa botol minum sendiri, dan membiasakan membaca informasi nilai gizi pada kemasan minuman.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Jadi, minuman tinggi kalori bukanlah musuh, tetapi juga bukan teman yang boleh dikonsumsi tanpa batas.
Jika diminum sesekali dan dalam jumlah yang wajar, minuman tersebut masih dapat dinikmati. Namun, bila menjadi kebiasaan setiap hari, dampaknya dapat merugikan kesehatan, pilihan terbaik adalah mengutamakan air putih dan menerap kan pola makan bergizi seimbang agar tubuh tetap sehat dan produktif di tempat kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....