Makanan Pedas, Benarkah Bisa Meningkatkan Asam Lambung?
- 31 Agt 2026 10:21 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Makanan pedas menjadi bagian dari kebiasaan makan banyak masyarakat Indonesia. Rasa pedas berasal dari senyawa capsaicin pada cabai yang memberikan sensasi panas ketika dikonsumsi, dilansir dari laman kftd.co.id.
Pada sebagian orang, makanan pedas dapat memicu atau memperburuk keluhan seperti rasa terbakar di dada dan ketidaknyamanan pada saluran pencernaan. Namun, respons setiap orang berbeda sehingga tidak semua orang akan mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan pedas.
Keluhan yang muncul juga tidak selalu berarti produksi asam lambung meningkat secara langsung. Makanan pedas dapat menjadi pemicu gejala pada orang yang memiliki sensitivitas atau gangguan pencernaan tertentu.
Porsi makanan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah besar sekaligus dapat membuat sebagian orang merasa lebih tidak nyaman.
Jika seseorang sering mengalami keluhan setelah makan pedas, sebaiknya perhatikan makanan yang menjadi pemicu. Mengurangi tingkat kepedasan dan mengatur porsi dapat menjadi langkah awal untuk melihat apakah keluhan berkurang.
Kebiasaan makan terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat memperburuk gejala refluks pada sebagian orang. Karena itu, pola makan secara keseluruhan perlu diperhatikan, bukan hanya tingkat kepedasan makanan.
Jika rasa terbakar atau keluhan pencernaan terjadi berulang dan mengganggu aktivitas, pemeriksaan medis diperlukan. Dengan mengetahui penyebabnya, seseorang dapat memperoleh saran pola makan dan penanganan yang lebih tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....