Kabut Asap akibat Karhutla Ancam Kesehatan Kelompok Rentan
- 26 Agt 2026 08:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit tertentu menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih saat kualitas udara menurun akibat asap.
Paparan kabut asap dapat mengganggu sistem pernapasan karena udara yang tercemar mengandung berbagai partikel dan zat berbahaya. Kondisi tersebut dapat memicu gangguan pernapasan maupun memperburuk penyakit yang sebelumnya sudah diderita.
Akademisi Stikes Sapta Bhakti Bengkulu, Nofri Heltiani, S.Si., M.Kes., mengatakan anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terhadap dampak kabut asap. "Untuk di kelompok rentan, dampak juga terjadi lebih parahnya itu anak-anak, biasanya terkena pada paru-parunya, karena paru-parunya masih berkembang, sehingga frekwensi bernafas akan lebih cepat," kata Nofri.
Menurut Nofri, kondisi tersebut membuat anak-anak perlu mendapat perlindungan lebih ketika terjadi paparan kabut asap. Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Kelompok lansia juga menghadapi risiko kesehatan akibat paparan kabut asap. Nofri menjelaskan, penurunan imunitas dan fungsi organ pada lansia dapat membuat kelompok tersebut lebih rentan terhadap dampak polusi udara.
"Kalau pada lansia bisa pada imunitasnya, sistem organ akan menurun. Pada ibu hamil tentu akan beresiko juga pada anak yang dikandungnya, yaitu anak dikandungnya bisa menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran bisa menjadi prematur," ujar Nofri.
| Baca juga: Mengenal Penyebab Sakit Mata |
Selain anak-anak dan lansia, ibu hamil juga perlu mewaspadai paparan kabut asap. Menurut Nofri, kondisi tersebut dapat memberikan risiko terhadap janin, termasuk kemungkinan bayi mengalami berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur.
Nofri juga mengingatkan kelompok masyarakat yang memiliki penyakit penyerta agar lebih berhati-hati selama terjadi kabut asap. "Kemudian pada penderita asma, jantung, diabetes, dan gangguan ginjal," kata Nofri.
Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi kabut asap. Kelompok rentan juga perlu mendapat perhatian khusus dari keluarga agar paparan asap dapat diminimalkan dan kondisi kesehatan tetap terpantau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....