Cara Memutihkan Gigi dengan Aman dan Efektif

  • 25 Agt 2026 10:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Memiliki gigi putih dan bersih menjadi salah satu hal yang banyak diinginkan karena dapat membuat senyum terlihat lebih cerah dan meningkatkan rasa percaya diri. Perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari makanan dan minuman berwarna, kebiasaan merokok, penumpukan plak, hingga perubahan warna alami gigi seiring bertambahnya usia.

Salah satu cara yang terbukti dapat membantu memutihkan gigi adalah menggunakan produk pemutih berbahan hidrogen peroksida atau karbamid peroksida. Kedua bahan tersebut bekerja dengan memecah senyawa berwarna yang menempel atau berada di dalam struktur gigi sehingga warna gigi tampak lebih cerah.

Selain perawatan di klinik, produk pemutih gigi yang digunakan di rumah juga tersedia dalam bentuk pasta gigi, strip, gel, maupun tray. American Dental Association menjelaskan bahwa pasta gigi pemutih terutama membantu menghilangkan noda di permukaan gigi, sedangkan produk berbasis peroksida dapat memberikan efek pemutihan melalui proses bleaching.

Penelitian berjudul “Effect of Bleaching Gel Concentration on Tooth Color and Sensitivity: A Systematic Review and Meta-analysis” yang diterbitkan dalam Operative Dentistry pada 2020 meneliti 14 studi dan menemukan bahwa konsentrasi hidrogen peroksida yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko sensitivitas gigi yang lebih besar. Hasil tersebut menunjukkan pentingnya memilih konsentrasi dan metode pemutihan secara tepat, bukan sekadar menggunakan bahan dengan kadar yang semakin tinggi.

Penelitian terbaru berjudul “In-office tooth bleaching protocols: an umbrella review of systematic reviews and meta-analyses on whitening efficacy and tooth sensitivity” yang diterbitkan dalam The Saudi Dental Journal pada 2026 juga menunjukkan bahwa konsentrasi hidrogen peroksida rendah hingga sedang dapat memberikan hasil pemutihan yang sebanding dengan konsentrasi lebih tinggi, tetapi dengan risiko sensitivitas yang lebih rendah. Kajian tersebut juga menemukan bahwa penggunaan bahan desensitisasi seperti kalium nitrat dan natrium fluorida dapat membantu mengurangi sensitivitas tanpa mengurangi efektivitas pemutihan.

Meski demikian, pemutihan gigi tidak sebaiknya dilakukan secara berlebihan karena efek samping yang paling umum adalah gigi menjadi sensitif dan gusi mengalami iritasi sementara. American Dental Association juga memperingatkan bahwa penggunaan produk pemutih secara berlebihan dapat berisiko memengaruhi email gigi, sehingga masyarakat dianjurkan mengikuti petunjuk penggunaan dan berkonsultasi dengan dokter gigi, terutama jika memiliki masalah gigi atau gusi.

Dengan demikian, mendapatkan gigi yang lebih putih bukan hanya soal memilih produk pemutih, tetapi juga menjaga kebersihan dan kesehatan gigi secara rutin. Menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan sela-sela gigi, membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mudah menyebabkan noda, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala dapat membantu mempertahankan senyum yang sehat dan cerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....