Mie Instan Lebih Sehat? Begini Cara Menyiasatinya

  • 15 Agt 2026 19:49 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu- Mie instan sudah menjadi comfort food sejuta umat karena rasanya enak, harganya terjangkau, serta sangat praktis untuk disajikan. Namun, di balik kemudahannya, ada alasan mengapa mie instan sebaiknya tidak dijadikan makanan utama setiap hari.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan natrium atau sodium yang relatif tinggi, terutama dari bumbunya. Sebagai gambaran, sejumlah produk mie instan dapat mengandung sekitar 1.000 miligram natrium per bungkus, sementara WHO merekomendasikan asupan natrium orang dewasa kurang dari 2.000 miligram per hari.

Artinya, satu porsi mie instan tertentu saja bisa mendekati setengah dari batas asupan natrium harian, bahkan sebelum kita mengonsumsi makanan lainnya. Padahal, natrium juga bisa berasal dari lauk, makanan ringan, saus, kecap, hingga berbagai makanan olahan yang dikonsumsi sepanjang hari.

Asupan natrium berlebihan dalam jangka panjang perlu diwaspadai karena berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Natrium yang berlebihan juga dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan menambah beban kerja ginjal untuk menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit.

Selain natrium, mie instan umumnya bukan sumber protein dan serat yang memadai jika dikonsumsi sendirian. Inilah salah satu alasan mengapa sebagian orang merasa sudah makan mie instan tetapi tidak lama kemudian kembali lapar dan ingin mencari makanan tambahan.

Kebiasaan makan mie instan bersama nasi juga perlu diperhatikan karena keduanya sama-sama menjadi sumber karbohidrat utama dalam satu kali makan. Agar lebih seimbang, mie instan dapat dilengkapi sumber protein seperti telur, ayam, tahu atau tempe serta ditambahkan sayuran.

Cara sederhana lainnya adalah tidak menggunakan seluruh bumbu yang tersedia, terutama jika ingin mengurangi asupan natrium. Jadi, mie instan tetap boleh dinikmati sesekali, tetapi lengkapi gizinya, perhatikan porsinya, dan jangan menjadikannya sebagai pengganti makanan bergizi seimbang setiap hari.

Sumber : Instagram dr. Nahla Shihab

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....