Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Membekali Mahasiswa Pengendalian Resistensi Obat
- 13 Agt 2026 10:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Septiyanti, S.Kep., Ners., M.Pd., mengatakan seminar kesehatan tentang pengendalian resistensi dan pencegahan penyalahgunaan obat-obatan sangat penting diberikan kepada mahasiswa kesehatan. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk melengkapi wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan literasi generasi muda mengenai penggunaan obat yang benar, aman, dan rasional.
Menurut Septiyanti, pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan semata. Edukasi serta peningkatan pemahaman masyarakat juga menjadi bagian yang sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas.
| Baca juga: Waspadai Kista Ateroma, Berikut Penjelasanya |
Ia menjelaskan, dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak sebagai langkah strategis untuk membangun masyarakat yang lebih siap dan lebih cerdas dalam mengambil keputusan terkait kesehatan. Sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dinilai sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran penggunaan obat secara tepat.
Septiyanti menambahkan, kegiatan seminar tersebut merupakan salah satu program rutin Program Studi Diploma III Farmasi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Seminar ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan jejaring kemitraan.
Bagi mahasiswa, seminar seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya memperoleh pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa juga mendapatkan wawasan langsung dari para praktisi dan narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kesehatan dan farmasi.
Ia berharap mahasiswa dapat belajar dengan sungguh-sungguh mengenai penggunaan antimikroba secara rasional serta memahami pentingnya mencegah terjadinya resistensi antimikroba. Menurutnya, resistensi antimikroba saat ini menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan peran aktif semua pihak.
Septiyanti menegaskan bahwa edukasi penggunaan obat harus dilakukan sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna obat yang bijak, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kesehatan yang benar kepada masyarakat. Sebagai calon tenaga kesehatan di masa depan, mahasiswa tidak hanya bertugas memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....