Air Kelapa Bisa Bantu Hidrasi saat Cacar Air, Benarkah Bisa Mengobati?

  • 12 Agt 2026 13:00 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Air kelapa sejak lama dikenal masyarakat sebagai minuman alami yang menyegarkan dan dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Ketika seseorang mengalami cacar air, air kelapa juga kerap dikonsumsi sebagai bagian dari perawatan rumahan. Namun, apakah air kelapa benar-benar dapat mengobati cacar air?

Cacar air atau varisela merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini umumnya ditandai dengan munculnya ruam yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan dan kemudian mengering menjadi keropeng. Penderita juga dapat mengalami demam, kelelahan, sakit kepala, serta kehilangan nafsu makan. Pada sebagian kasus, cacar air dapat menyebabkan komplikasi, termasuk dehidrasi dan gangguan keseimbangan cairan serta elektrolit.

Dalam kondisi tersebut, menjaga kecukupan cairan menjadi bagian penting selama masa pemulihan. Air kelapa secara alami mengandung air dan sejumlah elektrolit, terutama kalium, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan minuman untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of Food Science and Technology pada 2026 membahas air kelapa sebagai sumber elektrolit dan potensinya dalam mendukung hidrasi serta asupan nutrisi.

Penelitian mengenai kemampuan air kelapa dalam membantu rehidrasi juga telah dilakukan sebelumnya. Sebuah tinjauan sistematis yang terindeks di PubMed membandingkan berbagai minuman, termasuk air kelapa, dalam pemulihan cairan setelah dehidrasi akibat aktivitas fisik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa air kelapa dapat menjadi salah satu alternatif minuman untuk rehidrasi, meskipun konteks penelitian tersebut bukan pada penderita cacar air.

Lantas, bagaimana dengan berbagai jenis kelapa seperti kelapa hijau, kelapa merah, kelapa gading, atau jenis kelapa lainnya? Secara umum, semuanya berasal dari spesies Cocos nucifera, tetapi karakteristik kandungan air kelapa dapat berbeda berdasarkan varietas, tingkat kematangan, kondisi tumbuh, dan faktor lainnya. Hingga kini, belum ditemukan bukti klinis yang cukup untuk menyatakan bahwa kelapa merah atau varietas kelapa tertentu memiliki kemampuan khusus untuk menyembuhkan cacar air. Karena itu, manfaat air kelapa dalam konteks cacar air sebaiknya dipahami sebagai pendukung pemenuhan cairan, bukan sebagai terapi antivirus.

Badan kesehatan seperti CDC juga tidak mencantumkan air kelapa sebagai obat khusus cacar air. Penanganan di rumah lebih diarahkan pada upaya meredakan gejala, menjaga kebersihan kulit, mencegah penderita menggaruk lepuhan, serta memastikan kondisi penderita tetap terhidrasi. Pada kelompok tertentu yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus.

Dengan demikian, air kelapa dari berbagai varietas dapat dikonsumsi sebagai salah satu pilihan minuman selama penderita cacar air membutuhkan asupan cairan, sepanjang tidak ada kondisi medis yang mengharuskan pembatasan tertentu. Namun, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan air kelapa sebagai pengganti pengobatan. Jika demam berlangsung lebih dari empat hari, suhu tubuh sangat tinggi, kulit menjadi semakin merah dan bernanah, terjadi muntah terus-menerus, gangguan kesadaran, kesulitan bernapas, atau penderita termasuk bayi, orang dewasa, ibu hamil, maupun orang dengan daya tahan tubuh lemah, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

Sumber : Bera, S., dkk. (2026), “Boosting immunity with electrolyte replenisher from coconut water – A review”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....