Tempe Berbau, Masih Amankah Dikonsumsi?

  • 04 Agt 2026 15:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tempe merupakan pangan hasil fermentasi kedelai yang memiliki aroma khas akibat aktivitas kapang selama proses pembuatannya. Namun, banyak masyarakat bertanya apakah tempe yang berbau setelah terlalu lama disimpan di dalam kulkas masih aman untuk dikonsumsi.

Penyimpanan di dalam lemari pendingin memang dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan, tetapi tidak dapat menghentikannya sepenuhnya. Seiring waktu, kualitas tempe dapat menurun, ditandai dengan perubahan aroma, tekstur, maupun penampilannya.

Dikutip dari laman Food Safety and Inspection Service (FSIS) - United States Department of Agriculture (USDA) pada Selasa, 4 Agustus 2026, bakteri pembusuk masih dapat berkembang meskipun makanan disimpan di dalam lemari pendingin. Bakteri tersebut umumnya menyebabkan bau tidak sedap, perubahan rasa, dan tekstur sehingga mutu pangan menurun.

Apabila tempe mengeluarkan bau asam menyengat, busuk, berlendir, atau muncul jamur berwarna hijau, biru, merah muda, maupun hitam yang bukan bagian normal dari fermentasi, sebaiknya tempe tidak dikonsumsi. Perubahan tersebut dapat mengindikasikan adanya kontaminasi mikroorganisme lain yang berpotensi menurunkan keamanan pangan.

Sebaliknya, apabila tempe hanya mengalami fermentasi lanjutan sehingga aromanya sedikit lebih tajam, tetapi teksturnya masih padat, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan perubahan warna yang tidak lazim, kondisinya lebih mengarah pada penurunan kualitas dibandingkan pembusukan. Meski demikian, konsumen tetap disarankan menggunakan penilaian secara menyeluruh terhadap aroma, tekstur, dan tampilan sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.

USDA juga mengingatkan bahwa tidak semua pangan yang berbahaya selalu menunjukkan tanda berupa bau atau perubahan penampilan. Karena itu, menjaga suhu kulkas pada kisaran 4 derajat Celsius atau lebih rendah serta tidak menyimpan bahan pangan terlalu lama menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme.

Cara terbaik untuk menjaga kualitas tempe adalah menyimpannya dalam wadah tertutup, menjaga suhu kulkas tetap stabil, dan segera mengolahnya sebelum masa simpannya terlalu lama. Jika muncul keraguan terhadap kondisi tempe karena bau, warna, atau teksturnya berubah secara mencolok, pilihan paling aman adalah tidak mengonsumsinya dan membuang produk tersebut demi mencegah risiko gangguan kesehata

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....