Kapan Waktu yang Tepat Ganti Pembalut?

  • 19 Jul 2026 11:24 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pembalut menjadi salah satu kebutuhan penting saat menstruasi, tetapi cara menggunakannya sering kali masih dianggap sepele. Padahal, kebiasaan mengganti pembalut secara berkala berperan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan.

Saat digunakan, pembalut akan menyerap darah menstruasi yang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri jika dibiarkan terlalu lama. Kondisi lembap akibat darah dan keringat juga dapat meningkatkan risiko iritasi serta menimbulkan bau tidak sedap.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan agar pembalut diganti setiap 4 hingga 6 jam. Jika aliran darah sedang banyak, pembalut sebaiknya diganti lebih sering agar tetap bersih dan nyaman digunakan.

Mengganti pembalut secara rutin bukan hanya membantu menjaga kebersihan, tetapi juga mengurangi risiko gangguan kesehatan, seperti iritasi kulit, gatal, hingga infeksi pada area genital. Kebiasaan sederhana ini juga membuat aktivitas sehari hari terasa lebih nyaman selama menstruasi.

Selain memperhatikan waktu penggantian, penting untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut. Pembalut bekas juga perlu dibungkus dengan baik sebelum dibuang agar tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Tidak ada patokan bahwa pembalut baru diganti ketika sudah penuh. Meski darah yang keluar sedikit, pembalut tetap perlu diganti sesuai waktunya karena kelembapan dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme.

Menjaga kebersihan selama menstruasi merupakan bagian dari perawatan kesehatan reproduksi yang tidak boleh diabaikan. Dengan mengganti pembalut secara berkala, perempuan dapat menjalani masa menstruasi dengan lebih nyaman sekaligus membantu mencegah berbagai risiko infeksi.

Sumber:

• World Health Organization (WHO), Water, Sanitation and Hygiene for Women’s and Children’s Health (https://www.who.int)

• Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Buku Kesehatan Reproduksi Remaja dan materi edukasi kesehatan reproduksi (https://kemkes.go.id)

• UNICEF, Menstrual Health and Hygiene (https://www.unicef.org)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....