Pertolongan Pertama Anak Demam Tinggi saat Liburan

  • 11 Jul 2026 11:58 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Liburan keluarga dapat berubah menjadi situasi yang mengkhawatirkan ketika anak mengalami demam tinggi secara tiba-tiba. Kondisi ini memerlukan pertolongan pertama yang tepat agar suhu tubuh anak dapat dipantau sekaligus mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Langkah pertama yang dianjurkan adalah mengukur suhu tubuh menggunakan termometer untuk memastikan tingkat demam yang dialami anak. Orang tua juga perlu memastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan air putih, ASI, atau cairan elektrolit sesuai usia serta menghindari pakaian yang terlalu tebal agar panas tubuh dapat keluar dengan baik.

Apabila suhu tubuh mencapai 38,5 derajat Celsius atau lebih dan anak tampak tidak nyaman, pemberian obat penurun panas seperti parasetamol dapat dilakukan sesuai dosis berdasarkan berat badan. Orang tua tidak dianjurkan memberikan kombinasi atau pergantian obat penurun panas tanpa petunjuk tenaga kesehatan karena manfaatnya belum terbukti lebih baik dan berpotensi meningkatkan risiko kesalahan dosis.

Selama perjalanan liburan, anak sebaiknya beristirahat di tempat yang sejuk dan memperoleh asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Kompres hangat pada dahi, leher, atau ketiak dapat membantu memberikan rasa nyaman, sedangkan penggunaan air es atau alkohol untuk menurunkan demam tidak dianjurkan.

Orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila demam berlangsung lebih dari tiga hari, suhu tubuh melebihi 39 derajat Celsius, atau disertai kejang, sesak napas, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, maupun tanda dehidrasi. Penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mengetahui penyebab demam dan memberikan terapi yang sesuai.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa fokus utama penanganan demam pada anak bukan sekadar menurunkan angka suhu tubuh, melainkan mengurangi rasa tidak nyaman dan memantau munculnya tanda bahaya. Tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam PLOS ONE tahun 2021 oleh Green dan kolega juga menegaskan bahwa edukasi kepada orang tua mengenai penanganan demam sangat penting, sementara penggunaan obat penurun panas sebaiknya dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.

Dengan membawa perlengkapan kesehatan dasar selama liburan, seperti termometer digital, obat penurun panas sesuai anjuran dokter, dan cairan rehidrasi, orang tua dapat lebih siap menghadapi kondisi darurat ringan. Kewaspadaan, pemantauan kondisi anak, serta keputusan untuk segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya menjadi kunci menjaga keselamatan anak selama menikmati masa liburan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....