Tidur Siang Tak Gantikan Tidur Malam, Ini Penjelasan Medisnya
- 11 Jul 2026 03:01 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Banyak orang merasa sudah “lunas” setelah begadang lalu menggantinya dengan tidur siang sebentar. Padahal, tubuh kita tidak bekerja sesederhana itu dan memiliki sistem yang jauh lebih kompleks.
Menurut penjelasan dari dr. Nahla Shihab, ada proses penting yang hanya terjadi saat kita tidur di malam hari. Proses ini tidak bisa dipindahkan begitu saja ke siang hari meskipun durasi tidur terasa cukup.
Pertama, otak kita memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri melalui sistem yang disebut glymphatic system. Sistem ini bekerja seperti saluran pembuangan yang aktivitasnya bisa meningkat hingga 10 kali lipat saat kita tidur di malam hari.
Sepanjang hari, saat kita berpikir dan beraktivitas, otak menghasilkan limbah yang perlahan menumpuk. Jika tidak dibersihkan secara optimal, penumpukan ini dapat meningkatkan risiko penyakit seperti Alzheimer dan demensia.
Kedua, tubuh kita melakukan proses perbaikan atau regenerasi saat tidur malam. Pada waktu ini, otak melepaskan hormon pertumbuhan dalam jumlah besar yang berfungsi memperbaiki jaringan dan memperbarui sel-sel tubuh.
Proses ini sangat penting untuk kesehatan kulit, otot, dan sistem tubuh secara keseluruhan. Tanpa tidur malam yang cukup, proses perbaikan ini tidak berjalan maksimal meskipun kita tidur di siang hari.
Semua proses tersebut berjalan mengikuti ritme alami tubuh yang disebut circadian rhythm. Ritme ini tidak bisa diatur sesuka hati karena sudah menjadi “jam biologis” yang mengatur kapan tubuh harus aktif dan kapan harus beristirahat.
Itulah sebabnya tidur siang tidak bisa menggantikan tidur malam. Tidur siang hanyalah pelengkap, sementara tidur malam adalah fondasi utama bagi kesehatan tubuh dan fungsi otak kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....