Mengapa Serangan Jantung Sering Terjadi Menjelang Subuh?
- 24 Jul 2026 20:25 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Banyak masyarakat mengira serangan jantung dapat terjadi secara acak tanpa mengenal waktu. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kejadian serangan jantung lebih sering terjadi pada malam hingga menjelang subuh karena berkaitan dengan perubahan alami yang terjadi pada tubuh manusia.
Dalam podcast bersama Raditya Dika, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan erat dengan irama sirkadian atau circadian rhythm. Irama biologis ini mengatur berbagai fungsi tubuh selama 24 jam, termasuk perubahan tekanan darah, denyut jantung, serta produksi hormon.
Menurut dr. Bobby, ketika malam hari tubuh memasuki fase istirahat sehingga denyut jantung dan tekanan darah cenderung menurun. Namun menjelang subuh, tubuh mulai bersiap untuk bangun dengan meningkatkan produksi hormon adrenalin dan kortisol yang menyebabkan detak jantung serta tekanan darah kembali meningkat secara alami.
Pada orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak, lonjakan tekanan darah dan aktivitas jantung tersebut dapat menjadi pemicu pecahnya plak atau plaque rupture. Ketika plak pecah, terbentuk gumpalan darah yang dapat menyumbat aliran darah ke otot jantung dan memicu serangan jantung akut.
Penjelasan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian di bidang kardiologi. Studi yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine oleh Dr. Elliott M. Antman dan sejumlah peneliti lainnya menunjukkan bahwa kejadian infark miokard akut atau serangan jantung memiliki pola sirkadian dengan peningkatan insiden pada pagi hari, terutama antara pukul 06.00 hingga 12.00, seiring meningkatnya aktivitas sistem saraf simpatis dan hormon stres.
Selain serangan jantung, peningkatan tekanan darah pada pagi hari juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke dan gangguan kardiovaskular lainnya. Karena itu, dokter menyarankan masyarakat yang memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, riwayat merokok, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga untuk rutin mengontrol faktor risiko tersebut serta menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.
Memahami bahwa serangan jantung memiliki pola waktu tertentu bukan berarti masyarakat perlu merasa takut setiap menjelang subuh. Sebaliknya, informasi ini menjadi pengingat penting bahwa menjaga pola hidup sehat, tidur yang cukup, mengelola stres, berolahraga secara teratur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah terbaik untuk menurunkan risiko penyakit jantung sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....