Doomscrolling, Kebiasaan Berselancar di Media Sosial Berdampak pada Kesehatan
- 29 Jun 2026 12:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kebiasaan menggulir media sosial secara terus-menerus untuk mengikuti berita, terutama informasi bernada negatif, kini dikenal dengan istilah doomscrolling. Fenomena yang semakin banyak terjadi di era digital ini dinilai dapat memengaruhi kesehatan mental apabila dilakukan tanpa batas.
Menurut Dr. Aditi Nerurkar, dosen pada Division of Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School, doomscrolling merupakan respons seseorang terhadap tekanan yang berlangsung berkepanjangan. Ia mengatakan otak dan tubuh manusia dirancang untuk menghadapi stres dalam waktu singkat, namun paparan informasi negatif yang terus-menerus justru membuat tubuh tetap berada dalam kondisi waspada sehingga meningkatkan kecemasan.
| Baca juga: Merawat Pikiran Tetap Positive Vibes |
Dr. Nerurkar juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu tetap mengikuti perkembangan informasi, tetapi tidak dengan mengorbankan kesehatan mental. Menurutnya, membatasi waktu penggunaan media sosial dan menghindari kebiasaan membaca berita sebelum tidur dapat membantu mengurangi dampak negatif doomscrolling.
Senada dengan itu, Profesor Richard Mollica, profesor psikiatri di Harvard Medical School sekaligus Direktur Harvard Program in Refugee Trauma, mengatakan derasnya informasi negatif membuat masyarakat semakin sulit menemukan kabar yang memberikan harapan. Ia menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memandang situasi di sekitarnya sehingga memicu kelelahan emosional apabila terus berlangsung.
| Baca juga: Mata Memerah dan Faktor Penyebabnya |
Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behavior Reports menemukan bahwa kebiasaan doomscrolling berkaitan dengan meningkatnya kecemasan eksistensial, rasa putus asa, serta menurunnya tingkat kepercayaan terhadap orang lain. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi informasi negatif secara berlebihan dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis seseorang.
Berdasarkan rekomendasi Harvard Health Publishing, salah satu cara mengurangi kebiasaan doomscrolling adalah dengan menerapkan digital boundaries atau batasan dalam penggunaan perangkat digital. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan mematikan notifikasi yang tidak penting, menetapkan waktu khusus untuk mengakses media sosial, serta memperbanyak aktivitas fisik dan interaksi secara langsung dengan keluarga maupun teman.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam mengelola konsumsi informasi setiap hari. Memanfaatkan media sosial secara seimbang serta memilih sumber informasi yang kredibel menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental sekaligus tetap memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....