Terlalu Sering Begadang Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan

  • 29 Jun 2026 07:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Kebiasaan begadang atau tidur larut malam masih sering dilakukan banyak orang karena tuntutan pekerjaan, belajar, maupun penggunaan gawai. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi tubuh, menurunkan daya tahan, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Berikut beberapa dampak terhadap kesehatan tubuh akibat terlalu sering begadang.

1. Mengganggu Proses Pemulihan Tubuh

Saat tidur, tubuh melakukan proses pemulihan secara alami dengan memperbaiki sel dan jaringan yang rusak. Kebiasaan begadang mengurangi waktu istirahat sehingga proses regenerasi tubuh tidak berlangsung optimal.

2. Menurunkan Fungsi Otak

Kurang tidur dapat memengaruhi kinerja otak dalam berpikir dan mengingat informasi. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, daya ingat menurun, dan produktivitas sehari-hari ikut terganggu.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Tidur kurang dari tujuh jam setiap malam secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem kardiovaskular. Kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya tekanan darah, risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga stroke.

4. Mengganggu Sistem Metabolisme

Kebiasaan begadang juga dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Dampaknya, seseorang lebih cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori sehingga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes melitus tipe 2.

5. Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Waktu tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga sistem imun tetap optimal. Jika sering begadang, produksi sel-sel pertahanan tubuh menurun sehingga tubuh menjadi lebih rentan terserang infeksi virus maupun bakteri.

6. Memengaruhi Kesehatan Mental

Kurang tidur tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan begadang dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, depresi, gangguan emosi, serta menurunkan kemampuan mengambil keputusan.

Para ahli menyarankan orang dewasa tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Menjaga jadwal tidur yang teratur, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, mengurangi konsumsi kafein pada malam hari, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Sumber : Shah, A. S., et al. (2025). Effects of Sleep Deprivation on Physical and Mental Health Outcomes: An Umbrella Review. American Journal of Lifestyle Medicine.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....