Jangan Anggap Sepele, Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Cairan
- 28 Jun 2026 21:21 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Air merupakan komponen utama penyusun tubuh manusia dan berperan penting dalam hampir seluruh proses biologis, mulai dari mengatur suhu tubuh hingga membantu fungsi organ vital. Ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk, seseorang dapat mengalami dehidrasi yang berdampak pada kesehatan jika tidak segera ditangani.
Pada tahap awal, kekurangan cairan biasanya ditandai dengan rasa haus, mulut kering, bibir pecah-pecah, urine berwarna kuning pekat, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang. Jika kondisi ini terus berlanjut, tubuh juga dapat mengalami kelelahan, sakit kepala, pusing, hingga penurunan kemampuan berkonsentrasi karena aliran darah dan suplai oksigen ke otak mulai terganggu.
Ketika dehidrasi semakin berat, tubuh akan kesulitan mengatur suhu sehingga risiko mengalami heat exhaustion atau kelelahan akibat panas menjadi lebih tinggi, terutama saat beraktivitas di bawah terik matahari. Selain itu, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang volumenya berkurang sehingga denyut jantung dapat meningkat dan tekanan darah menurun.
Ginjal juga menjadi salah satu organ yang paling terdampak akibat kekurangan cairan. Asupan air yang tidak mencukupi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga gangguan fungsi ginjal karena proses penyaringan zat sisa di dalam tubuh menjadi tidak optimal.
| Baca juga: Berikut Cara Membaca Label Gizi pada Kemasan |
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients tahun 2019 oleh Dr. Lawrence E. Armstrong dari University of Connecticut, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa kehilangan cairan tubuh sebesar 1–2 persen dari berat badan sudah dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat jangka pendek, suasana hati, dan performa fisik. Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2012 juga menemukan bahwa dehidrasi ringan dapat memengaruhi fungsi kognitif dan meningkatkan rasa lelah, bahkan pada orang dewasa yang sehat.
Kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, pekerja lapangan, serta atlet. Pada lansia, rasa haus cenderung menurun seiring bertambahnya usia sehingga mereka sering kali baru menyadari kekurangan cairan ketika kondisinya sudah cukup berat.
Untuk mencegah dehidrasi, para ahli menyarankan agar masyarakat tidak menunggu hingga merasa haus untuk minum air. Memenuhi kebutuhan cairan sekitar dua hingga dua setengah liter air putih per hari bagi sebagian besar orang dewasa, serta menyesuaikannya dengan aktivitas, cuaca, dan kondisi kesehatan, merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan seluruh organ bekerja secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....