MAF Training, Metode Latihan Aerobik yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung

  • 25 Jun 2026 07:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Maximum Aerobic Function atau MAF Training merupakan metode latihan aerobik yang dikembangkan oleh ahli kesehatan olahraga, Philip Maffetone. Metode ini semakin populer di kalangan pelari, pesepeda, dan pegiat kebugaran karena berfokus pada latihan intensitas rendah hingga sedang dengan pemantauan detak jantung untuk meningkatkan fungsi aerobik tubuh secara optimal.

MAF Training dilakukan dengan menjaga denyut jantung tetap berada pada batas aerobik tertentu selama berolahraga. Cara yang paling dikenal untuk menghitung batas tersebut adalah menggunakan rumus "180 dikurangi usia". Dengan metode ini, seseorang dapat berlatih pada intensitas yang cukup untuk meningkatkan kapasitas aerobik tanpa memberikan beban berlebihan pada sistem kardiovaskular.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Physiology tahun 2020, metode MAF dirancang untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam menggunakan lemak sebagai sumber energi utama saat berolahraga. Kemampuan ini membantu kerja sistem aerobik menjadi lebih efisien sehingga tubuh dapat melakukan aktivitas fisik lebih lama dengan tingkat kelelahan yang lebih rendah.

Dari sisi kesehatan jantung, latihan aerobik berintensitas rendah seperti MAF Training diketahui mampu meningkatkan efisiensi kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika dilakukan secara rutin, latihan ini dapat membantu memperbaiki kebugaran kardiorespirasi, meningkatkan kapasitas penggunaan oksigen, serta mengurangi beban kerja jantung saat beraktivitas sehari-hari.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa peningkatan fungsi aerobik melalui MAF Training berpotensi membantu mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular. Latihan yang terkontrol dapat mendukung pengelolaan berat badan, meningkatkan metabolisme lemak, dan menjaga kesehatan pembuluh darah, yang semuanya berkontribusi terhadap kesehatan jantung jangka panjang.

Metode ini dinilai cocok bagi berbagai kelompok usia, mulai dari pemula hingga atlet ketahanan. Karena dilakukan pada intensitas yang relatif rendah, risiko cedera dan overtraining cenderung lebih kecil dibandingkan latihan berintensitas tinggi. Namun, para ahli tetap menyarankan agar individu dengan riwayat penyakit jantung berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai program latihan baru.

Dengan berbagai manfaat tersebut, MAF Training menjadi salah satu pilihan latihan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh. Konsistensi latihan, pemantauan denyut jantung, serta penerapan pola hidup sehat menjadi kunci utama untuk memperoleh manfaat maksimal dari metode ini.

Sumber : Maffetone, P. & Laursen, P.B. (2020). Maximum Aerobic Function: Clinical Relevance, Physiological Underpinnings, and Practical Application, Frontiers in Physiology.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....