Yoga Bukan Hanya untuk Wanita
- 18 Jun 2026 19:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Yoga sering dianggap sebagai aktivitas yang identik dengan wanita, padahal praktik ini sebenarnya bersifat universal. Persepsi tersebut lebih dipengaruhi oleh konstruksi sosial daripada fakta ilmiah.
Secara historis, yoga berasal dari India kuno dan pada awalnya banyak dipraktikkan oleh pria sebagai bagian dari disiplin spiritual. Seiring perkembangan zaman, yoga menjadi metode kebugaran yang terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang gender.
| Baca juga: Mengapa Pria Jarang Memilih Olahraga Yoga |
Melalui publikasi Harvard Health Publishing, yoga merupakan praktik yang menggabungkan aktivitas fisik, pernapasan, dan fokus mental. Pendekatan ini menjadikan yoga sebagai latihan yang tidak hanya melatih tubuh, tetapi juga pikiran.
Dikutip dari laman Harvard Medical School pada Kamis, 18 Juni 2026, yoga dapat membantu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas sekaligus melatih keseimbangan tubuh. Selain itu, yoga juga berkontribusi pada kesehatan mental melalui efek relaksasi dan pengelolaan stres.
| Baca juga: Tips Latihan Lari Zona 2 untuk Pemula |
Anggapan bahwa yoga hanya untuk wanita kerap muncul karena gerakannya yang terlihat lembut dan menenangkan. Padahal, beberapa jenis yoga menuntut kekuatan, daya tahan, dan kontrol tubuh yang tidak kalah dengan olahraga lainnya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa yoga mampu meningkatkan kesehatan jantung serta membantu tubuh merespons stres dengan lebih baik. Hal ini terjadi karena kombinasi gerakan, pernapasan, dan meditasi yang menjadi satu kesatuan dalam praktik yoga.
Dengan demikian, yoga seharusnya tidak dipandang sebagai aktivitas berbasis gender. Menghapus stigma tersebut menjadi penting agar semakin banyak orang dapat merasakan manfaat yoga bagi kesehatan secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....