Kebanyakan Konsumsi Natrium, Apa yang Terjadi pada Tubuh?
- 22 Jun 2026 21:24 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Natrium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kerja otot. Namun, konsumsi natrium yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang tanpa diimbangi pola makan yang sehat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.000 miligram per hari atau setara dengan sekitar lima gram garam dapur. Sayangnya, banyak orang mengonsumsi natrium melebihi batas tersebut karena tingginya kandungan garam dalam makanan olahan, makanan cepat saji, dan camilan kemasan.
Ketika tubuh menerima terlalu banyak natrium, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan tersebut melalui urine. Jika jumlahnya terus berlebihan, tubuh akan menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah meningkat dan tekanan pada pembuluh darah menjadi lebih tinggi.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine pada 2014 oleh tim yang dipimpin Dr. Dariush Mozaffarian menganalisis data dari 66 negara dan menemukan bahwa konsumsi natrium berlebih berkontribusi terhadap sekitar 1,65 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular setiap tahun. Risiko terbesar yang muncul adalah hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner.
| Baca juga: Atasi Perut Kembung dengan Langkah Sederhana |
Selain meningkatkan tekanan darah, kelebihan natrium juga dapat berdampak pada kesehatan ginjal dan tulang. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Bone and Mineral Research menunjukkan bahwa asupan natrium tinggi dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine, sehingga dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko osteoporosis.
Gejala konsumsi natrium berlebih dapat berupa rasa haus yang berlebihan, perut kembung, pembengkakan pada tangan atau kaki, hingga sakit kepala akibat peningkatan tekanan darah. Pada sebagian orang, pola makan tinggi natrium juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan lambung dan retensi cairan yang membuat berat badan sementara meningkat.
Para ahli menyarankan untuk membatasi makanan tinggi garam, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, serta membiasakan membaca label kandungan natrium pada produk makanan. Dengan menjaga asupan natrium sesuai anjuran, risiko berbagai penyakit kronis dapat ditekan dan kesehatan tubuh tetap terjaga dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....