Cara Membedakan Susu Rendah dan Tinggi Gula

  • 14 Jun 2026 13:11 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Susu kemasan menjadi pilihan praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, namun kandungan gula di dalamnya sering luput dari perhatian. Padahal, konsumsi gula berlebih dapat berdampak pada kesehatan jika tidak dikendalikan.

Salah satu cara utama membedakannya adalah dengan membaca label informasi nilai gizi pada kemasan. Kandungan gula biasanya tercantum dalam satuan gram per sajian, sehingga konsumen bisa membandingkan antarproduk.

Selain itu, perhatikan daftar komposisi yang ditulis pada kemasan produk. Jika gula atau pemanis seperti sukrosa, fruktosa, atau sirup jagung tercantum di urutan awal, maka kandungannya cenderung lebih tinggi.

Istilah pada label juga perlu dicermati karena sering membingungkan. Produk dengan label “full cream” belum tentu rendah gula, sedangkan “low fat” atau “skim” juga tidak selalu berarti tanpa tambahan gula.

Dikutip dari laman World Health Organization pada Minggu, 14 Juni 2026, asupan gula tambahan sebaiknya dibatasi kurang dari 10 persen dari total energi harian. Bahkan, pembatasan hingga di bawah 5 persen dinilai memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan masyarakat untuk lebih teliti membaca label pangan olahan. Informasi ini membantu konsumen mengontrol asupan gula dan memilih produk yang lebih sehat.

Dengan memahami label dan komposisi, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih susu kemasan. Langkah sederhana ini penting untuk menjaga pola makan seimbang dan mencegah risiko penyakit akibat konsumsi gula berlebih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....