ASI Eksklusif, Kunci Tumbuh Kembang Bayi yang Sehat dan Optimal
- 03 Jun 2026 11:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik yang dapat diberikan kepada bayi sejak lahir. Selain memenuhi kebutuhan gizi, ASI juga menjadi bentuk kasih sayang dan perlindungan alami yang mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Bidan Dahliah dari Kementerian Pertahanan yang bertugas di Rumah Sakit Tingkat II Dr. Ak. Gani menjelaskan bahwa ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan maupun minuman lain sejak bayi lahir hingga usia enam bulan. Menurutnya, pemberian ASI eksklusif menjadi langkah penting untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang lengkap pada masa awal kehidupannya.
Setiap bayi yang lahir membawa harapan baru bagi keluarga dan membutuhkan perhatian serta nutrisi terbaik. Salah satu hadiah terindah yang dapat diberikan seorang ibu kepada bayinya adalah ASI karena mengandung berbagai zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi.
ASI terdiri dari tiga jenis, yaitu kolostrum, ASI transisi, dan ASI matur. Kolostrum merupakan susu pertama yang berwarna kekuningan dan diproduksi pada beberapa hari pertama setelah kelahiran, sedangkan ASI transisi diproduksi pada hari ketujuh hingga ke-14 dan ASI matur diproduksi pada masa selanjutnya.
Selain bermanfaat bagi bayi, ASI juga memberikan banyak manfaat bagi ibu. Menyusui dapat membantu mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pencapaian berat badan ideal, menurunkan risiko kanker payudara dan kanker rahim, serta dapat menjadi metode kontrasepsi alami pada kondisi tertentu.
Bagi bayi, manfaat ASI sangat besar karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko alergi. ASI juga mendukung pertumbuhan serta perkembangan yang optimal sekaligus mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Untuk memperoleh manfaat maksimal, ibu perlu menerapkan cara menyusui yang benar. Bayi dianjurkan menyusu sesuai kebutuhan atau sekitar delapan hingga dua belas kali sehari, dan jika bayi tidur lebih dari tiga jam sebaiknya dibangunkan untuk disusui.
Teknik menyusui yang tepat juga harus diperhatikan agar proses pemberian ASI berjalan efektif. Posisi kepala dan tubuh bayi harus berada dalam satu garis lurus, wajah menghadap payudara, serta mulut bayi terbuka lebar sehingga perlekatan pada payudara berlangsung dengan baik.
Dalam praktiknya, ibu menyusui dapat mengalami beberapa kendala seperti puting lecet, payudara bengkak, maupun mastitis. Masalah tersebut umumnya dapat diatasi dengan memperbaiki teknik menyusui, menyusui lebih sering, melakukan kompres hangat, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila muncul gejala yang lebih serius.
Bayi yang mendapatkan ASI dalam jumlah cukup memiliki beberapa tanda yang mudah dikenali. Di antaranya bayi tampak tenang setelah menyusu, buang air kecil sekitar enam hingga delapan kali sehari dengan warna urin jernih atau kuning muda, serta mengalami peningkatan berat badan sesuai usia.
Produksi ASI dapat ditingkatkan dengan menyusui sesering mungkin dan memastikan perlekatan bayi sudah benar. Selain itu, ibu juga dianjurkan melakukan kontak kulit dengan bayi, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengelola stres, beristirahat cukup, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum dua hingga tiga liter air setiap hari.
Penyimpanan ASI perah juga perlu dilakukan dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga. Ibu harus memperhatikan wadah penyimpanan, suhu penyimpanan, dan lama penyimpanan agar ASI tetap aman diberikan kepada bayi.
Sebaliknya, bayi yang tidak mendapatkan ASI memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan. Daya tahan tubuh menjadi lebih rendah sehingga lebih rentan terkena infeksi, diare, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, gangguan pencernaan, hingga risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung di masa mendatang.
Bidan Dahliah mengajak seluruh orang tua untuk mendukung pemberian ASI eksklusif demi menciptakan generasi yang sehat dan kuat. Menurutnya, ASI bukan hanya sekadar sumber nutrisi, tetapi juga wujud cinta, kehangatan, dan perlindungan seorang ibu bagi buah hatinya sejak awal kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....