Mengapa Perokok di Indonesia Masih Sangat Banyak? Ini Sejumlah Faktor Penyebabnya

  • 31 Mei 2026 18:51 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia. Meski berbagai kampanye kesehatan terus dilakukan, kebiasaan merokok masih melekat kuat di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari usia dewasa hingga remaja.

Salah satu penyebab utama tingginya jumlah perokok di Indonesia adalah faktor budaya dan lingkungan sosial. Di banyak daerah, merokok masih dianggap sebagai hal yang lumrah sehingga seseorang dapat terpapar kebiasaan tersebut sejak usia muda melalui keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sekitar.

Selain itu, harga rokok di Indonesia relatif lebih terjangkau dibandingkan banyak negara lain. Kondisi ini membuat akses terhadap produk tembakau menjadi lebih mudah, termasuk bagi kelompok usia muda yang memiliki daya beli terbatas.

Data terbaru dari World Health Organization menunjukkan Indonesia termasuk negara dengan prevalensi penggunaan tembakau yang tinggi di kawasan Asia Tenggara. WHO memperkirakan prevalensi perokok dewasa di Indonesia masih berada di kisaran 38 persen pada pertengahan dekade ini, menjadikannya salah satu yang tertinggi di dunia.

Faktor kecanduan nikotin juga berperan besar dalam mempertahankan tingginya jumlah perokok. Nikotin merupakan zat adiktif yang dapat memengaruhi sistem penghargaan di otak sehingga membuat seseorang sulit berhenti meskipun telah mengetahui berbagai risiko kesehatan yang ditimbulkan.

Temuan penelitian Global Burden of Disease (GBD) yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Public Health pada 2024 menunjukkan bahwa konsumsi tembakau masih menjadi salah satu faktor risiko utama kematian dini di dunia. Penelitian tersebut menganalisis data dari lebih dari 200 negara dan menemukan bahwa rokok berkontribusi terhadap jutaan kasus penyakit jantung, stroke, kanker paru, serta penyakit paru obstruktif kronis setiap tahunnya.

Para pakar kesehatan menilai upaya menurunkan jumlah perokok memerlukan pendekatan yang lebih luas, tidak hanya melalui edukasi tetapi juga kebijakan yang konsisten. Pengendalian iklan rokok, perlindungan anak dan remaja dari paparan produk tembakau, peningkatan layanan berhenti merokok, serta dukungan keluarga dan lingkungan menjadi langkah penting untuk menekan angka perokok di Indonesia dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....