Aroma yang Tak Selalu Aman: Mengungkap Fakta Alergi Parfum dan Dampaknya

  • 13 Mei 2026 19:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID - Alergi terhadap aroma parfum merupakan kondisi yang cukup sering terjadi di masyarakat modern yang akrab dengan berbagai produk wewangian sintetis. Banyak orang tidak menyadari bahwa keluhan seperti pusing, bersin, atau sesak napas bisa dipicu oleh paparan aroma parfum tertentu.

Kondisi ini terjadi karena tubuh menganggap beberapa zat kimia dalam parfum sebagai ancaman sehingga memicu reaksi pertahanan dari sistem imun. Dalam beberapa kasus, reaksi tersebut bukan alergi murni, melainkan bentuk sensitivitas berlebih terhadap aroma yang terlalu kuat dan menyengat.

Gejala yang muncul akibat alergi aroma parfum dapat bervariasi mulai dari gangguan ringan hingga kondisi yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Seseorang bisa mengalami bersin terus-menerus, hidung tersumbat, mata berair, sakit kepala, bahkan mual dan gangguan pernapasan.

Salah satu penyebab utama kondisi ini adalah kandungan bahan kimia dalam parfum yang terdiri dari campuran alkohol, pewangi sintetis, dan zat pengawet tertentu. Selain itu, istilah fragrance dalam label produk sering kali mencakup ratusan senyawa kimia yang tidak dijelaskan secara rinci kepada konsumen.

Paparan aroma parfum dalam jumlah berlebihan terutama di ruangan tertutup dapat memperparah reaksi yang muncul bahkan pada individu yang sebelumnya tidak sensitif. Lingkungan dengan ventilasi yang buruk membuat aroma tersebut terperangkap sehingga konsentrasi zat kimia di udara menjadi lebih tinggi dan mudah terhirup.

Kondisi ini terjadi karena tubuh menganggap zat tertentu sebagai alergen, yaitu zat asing yang memicu respons berlebihan dari sistem kekebalan tubuh manusia. Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan RI, alergi merupakan reaksi sistem imun terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya namun dianggap sebagai ancaman sehingga menimbulkan gejala tertentu

Hal senada, Laman Kemdiktisaintek 23 September 2021 dengan tajuk "Peduli Kesehatan, Mahasiswa ITS Ciptakan Pendeteksi Alkohol pada Parfum. Dalam konteks parfum, zat kimia seperti pewangi sintetis, alkohol, dan senyawa volatil dapat memicu reaksi alergi atau iritasi pada individu tertentu. Beberapa kandungan bahkan dapat menyebabkan gangguan seperti iritasi kulit, gatal, hingga gangguan pernapasan terutama pada orang dengan kulit sensitive.

Faktor kesehatan juga turut berperan karena individu dengan riwayat asma, rhinitis alergi, atau gangguan pernapasan lainnya cenderung lebih rentan mengalami reaksi. Selain itu, tingkat sensitivitas sistem imun setiap orang berbeda sehingga respon tubuh terhadap zat tertentu juga tidak selalu sama.

Untuk mencegah kondisi ini, penggunaan parfum sebaiknya dilakukan secara bijak dengan memilih produk yang lebih aman dan tidak mengandung bahan berisiko tinggi. Jika gejala yang muncul cukup berat atau sering terjadi, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....