Polusi Udara Bisa Ancam Kesehatan Ibu Hamil dan Janin

  • 11 Mei 2026 22:12 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Polusi udara menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil. Paparan udara yang tercemar dapat berdampak langsung pada kondisi ibu sekaligus perkembangan janin dalam kandungan.

Menurut World Health Organization, polusi udara mengandung partikel berbahaya seperti PM2.5 yang dapat masuk ke dalam aliran darah. Partikel ini berpotensi menembus plasenta dan memengaruhi pertumbuhan janin.

Sejumlah penelitian dalam bidang Public Health menunjukkan paparan polusi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain itu, risiko kelahiran prematur juga dilaporkan lebih tinggi pada ibu yang terpapar polusi udara dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, polusi udara juga dapat memicu gangguan kesehatan pada ibu hamil, seperti peradangan hingga masalah pernapasan. Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan ibu dan berdampak pada suplai oksigen bagi janin.

Studi yang dipublikasikan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan adanya kaitan antara paparan polusi dengan gangguan perkembangan janin. Paparan jangka panjang bahkan dikaitkan dengan risiko gangguan kognitif pada anak di kemudian hari.

Para ahli menyarankan ibu hamil untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk. Penggunaan masker serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah juga dapat membantu mengurangi paparan polusi.

Kesadaran akan bahaya polusi udara menjadi penting untuk melindungi kesehatan ibu dan janin. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko dampak buruk akibat polusi dapat diminimalkan secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....