Bahaya Begadang bagi Otak dan Kesehatan Tubuh
- 30 Apr 2026 17:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - “Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya.” Masih ingat dengan lirik lagu Begadang yang dinyanyikan oleh Rhoma Irama tersebut?
Lagu ini populer sejak jaman dulu. Liriknya menyimpan pesan penting tentang bahaya kebiasaan tidur larut malam bagi kesehatan tubuh.
Kebiasaan begadang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga menurunkan daya tahan tubuh. Kurang tidur juga meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan gangguan jantung jika dilakukan secara terus-menerus.
Dikutip dari laman ayosehat.kemkes.go.id pada Kamis, 30 April 2026, kurang tidur dapat memengaruhi kerja otak, terutama pada bagian yang mengatur fokus, emosi, dan pengambilan keputusan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih sulit berkonsentrasi, mudah marah, emosional, serta mengalami penurunan kemampuan mengingat dan belajar.
Saat tidur, otak sebenarnya sedang membersihkan “sampah metabolik” melalui sistem glimfatik. Jika sering begadang, proses ini terganggu sehingga berbagai zat sisa, termasuk yang berkaitan dengan risiko Alzheimer, dapat menumpuk dalam jangka panjang.
Begadang juga berdampak hingga ke tingkat sel dan gen tubuh. Kurang tidur dapat meningkatkan stres oksidatif, mengganggu fungsi sel saraf, serta menurunkan kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk memori baru.
Sistem imun turut melemah ketika tubuh kekurangan tidur. Produksi protein pelindung tubuh menurun sehingga seseorang lebih mudah sakit, mengalami peradangan, dan berisiko terkena penyakit kronis seperti diabetes maupun gangguan jantung.
Kurang tidur membuat hormon lapar dan kenyang menjadi tidak seimbang. Akibatnya, nafsu makan meningkat terutama terhadap makanan manis dan berlemak, yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan serta gangguan metabolisme.
Begadang juga memengaruhi kesehatan jantung dan keselamatan saat beraktivitas. Tekanan darah menjadi kurang stabil, risiko hipertensi meningkat, dan rasa kantuk berlebih dapat memicu microsleep yang berbahaya saat berkendara maupun bekerja.
Para ahli menegaskan bahwa tidur bukan sekadar istirahat, melainkan proses penting untuk pemulihan tubuh dan otak. Menjaga pola tidur yang teratur menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....