Berikut Cara Mengobati Diare pada Bayi
- 22 Apr 2026 22:01 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Diare pada bayi adalah kondisi umum yang sering membuat orang tua khawatir. Diare pada bayi didefinisikan sebagai peningkatan frekuensi BAB (biasanya lebih dari tiga kali dalam 24 jam) dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih encer atau cair.
Kondisi ini bisa berlangsung singkat (akut) atau lebih lama (kronis). Pengetahuan tentang karakteristik tinja bayi sangat penting untuk membedakan diare dari variasi normal frekuensi BAB pada bayi yang belum makan makanan padat.
Selain perubahan pada frekuensi dan konsistensi tinja, diare pada bayi dapat disertai gejala lain yang mengindikasikan perlunya penanganan segera. Gejala tersebut meliputi:
- Muntah.
- Demam.
- Nafsu makan berkurang atau rewel.
- Kelemasan atau tampak tidak bertenaga.
- Tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering, mata cekung, berkurangnya jumlah urine, atau ubun-ubun cekung pada bayi.
- Adanya darah atau lendir pada tinja.
Diare pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:
- Infeksi Virus: Rotavirus adalah penyebab paling sering diare pada bayi dan anak-anak.
- Infeksi Bakteri: Bakteri seperti E. coli, Salmonella, atau Shigella dapat menyebabkan diare yang lebih parah.
- Alergi Makanan: Beberapa bayi mungkin mengalami diare sebagai reaksi alergi terhadap komponen makanan tertentu, seperti protein susu sapi.
- Intoleransi Laktosa: Ketidakmampuan mencerna laktosa, gula yang ditemukan dalam susu, dapat memicu diare.
- Penggunaan Antibiotik: Obat antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus, menyebabkan diare.
Penanganan diare pada bayi berfokus pada pencegahan dehidrasi dan menjaga asupan nutrisi. Berikut adalah langkah-langkah penting yang perlu orang tua lakukan:
Prioritaskan Rehidrasi
Pemberian cairan adalah langkah paling krusial untuk mengatasi dehidrasi. Untuk bayi, ASI harus diberikan lebih sering dari biasanya. Jika bayi minum susu formula, lanjutkan pemberian susu formula seperti biasa.
Jangan mengganti jenis susu formula tanpa saran dari dokter. Pada kasus tertentu atau atas anjuran dokter, oralit dapat diberikan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
Lanjutkan Asupan Nutrisi
Meskipun sedang diare, bayi tetap membutuhkan nutrisi. Melanjutkan pemberian ASI atau susu formula membantu menjaga kekuatan dan mempercepat pemulihan. Untuk bayi yang sudah memulai makanan pendamping ASI (MPASI), berikan makanan padat yang mudah dicerna dan rendah serat.
Contohnya seperti pisang, bubur nasi, kentang rebus, atau biskuit. Hindari makanan pedas, berlemak tinggi, atau terlalu manis yang dapat memperparah diare.
Menjaga Kebersihan
Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok bayi. Bersihkan area bokong bayi dengan lembut setiap kali BAB untuk mencegah iritasi kulit dan penyebaran infeksi. Buang popok kotor di tempat sampah tertutup.
Segera konsultasikan kondisi bayi ke dokter jika diare menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Diare parah atau frekuensi BAB sangat sering.
- Diare berlangsung lebih dari 24-48 jam.
- Disertai demam tinggi.
- Disertai muntah berulang.
- Bayi tampak sangat lemas, tidak aktif, atau rewel berlebihan.
- Terdapat darah atau lendir pada tinja.
- Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi yang jelas.
Penanganan medis yang cepat dapat mencegah komplikasi serius. Berikut beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah diare pada bayi:
- Pemberian ASI Eksklusif: ASI mengandung antibodi yang melindungi bayi dari berbagai infeksi.
- Menjaga Kebersihan: Pastikan kebersihan botol susu, mainan, dan lingkungan bayi. Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan atau menyentuh bayi.
- Vaksinasi: Pastikan bayi mendapatkan vaksin rotavirus sesuai jadwal yang direkomendasikan.
- Penyimpanan Makanan yang Benar: Jika bayi sudah MPASI, pastikan makanan disiapkan secara higienis dan disimpan dengan benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....