Ketidakseimbangan Bakteri Picu Bau Mulut

  • 21 Apr 2026 05:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Bau mulut atau halitosis dapat terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri di dalam rongga mulut. Kondisi ini muncul ketika bakteri penyebab penyakit berkembang lebih dominan dibanding bakteri baik.

Secara ilmiah, rongga mulut merupakan habitat bagi ratusan spesies bakteri yang sebagian besar tidak berbahaya. Namun ketika kebersihan mulut tidak terjaga, bakteri anaerob akan memproduksi senyawa sulfur volatil yang menjadi penyebab utama bau tidak sedap.

Penelitian dalam jurnal National Institutes of Health menyebutkan bahwa senyawa sulfur seperti hydrogen sulfide dan methyl mercaptan menjadi faktor utama terjadinya halitosis. Senyawa tersebut dihasilkan dari proses metabolisme bakteri terhadap sisa makanan di dalam mulut.

Selain itu, kondisi mulut kering juga memperburuk ketidakseimbangan bakteri. Air liur yang berkurang akan menghambat proses pembersihan alami sehingga bakteri jahat lebih mudah berkembang.

Dikutip dari laman Mayo Clinic pada Selasa, 21 April 2026, bau mulut umumnya berkaitan dengan kebersihan mulut yang buruk dan aktivitas bakteri di dalamnya. Menjaga kebersihan gigi dan lidah menjadi langkah utama dalam pencegahan.

Para tenaga medis menyarankan menyikat gigi dua kali sehari serta membersihkan sela gigi secara rutin. Pemeriksaan ke dokter gigi juga penting untuk memastikan tidak ada infeksi yang memperparah kondisi tersebut.

Dengan menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat, risiko bau mulut dapat diminimalkan. Upaya ini juga berdampak positif pada kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....