Darah Manis, Apakah Faktor Genetik?

  • 06 Apr 2026 10:29 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Istilah “darah manis” kerap digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi kulit yang mudah gatal, bentol, atau muncul ruam. Namun, dalam dunia medis istilah ini tidak dikenal sebagai diagnosis atau penyebab penyakit tertentu.

Secara ilmiah, ruam kulit adalah reaksi peradangan yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti alergi, infeksi, iritasi, atau gangguan sistem imun. Kondisi ini dapat muncul dalam bentuk kemerahan, bintik-bintik, hingga rasa gatal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dalam istilah medis, rasa gatal dikenal sebagai pruritus yang terjadi akibat rangsangan pada ujung saraf kulit. Penyebabnya beragam, mulai dari kulit kering, paparan zat kimia, hingga reaksi alergi terhadap makanan atau lingkungan.

Faktor genetik memang memiliki peran dalam beberapa penyakit kulit tertentu, seperti dermatitis atopik atau eksim. Namun, genetik hanya meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi tersebut, bukan menjadi penyebab tunggal yang pasti.

Selain faktor keturunan, pemicu utama ruam kulit lebih sering berasal dari faktor eksternal seperti kebersihan kulit, paparan alergen, serta kondisi lingkungan. Bahkan stres dan perubahan hormon juga dapat memperparah keluhan pada kulit.

Dikutip dari laman Mayo Clinic pada Senin, 6 April 2026, gatal pada kulit umumnya disebabkan oleh kondisi seperti kulit kering, alergi, atau iritasi, dan bukan karena istilah tradisional seperti “darah manis”. Penanganan yang tepat harus disesuaikan dengan penyebab medis yang mendasarinya.

Dengan demikian, anggapan bahwa “darah manis” adalah faktor genetik yang pasti menyebabkan ruam tidak sepenuhnya benar. Penting bagi masyarakat untuk memahami penyebab medis yang jelas agar penanganan yang dilakukan lebih tepat dan tidak menyesatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....