Jaga Kesehatan Telinga yang Jarang diketahui Orang Kebanyakan

  • 05 Apr 2026 09:39 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Menjaga kesehatan telinga sering kali dianggap sepele, padahal organ kecil ini punya peran besar dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari mendengar hingga menjaga keseimbangan tubuh. Yang menarik, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang justru jarang diketahui banyak orang, namun sangat berpengaruh terhadap kesehatan telinga dalam jangka panjang.

Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah soal membersihkan telinga. Banyak orang masih menggunakan cotton bud untuk mengorek bagian dalam telinga, padahal kebiasaan ini justru berisiko mendorong kotoran masuk lebih dalam. Dalam dunia medis, kondisi ini bisa memicu penumpukan serumen hingga menyebabkan gangguan pendengaran sementara, bahkan iritasi. Telinga sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membersihkan diri, sehingga cukup membersihkan bagian luar saja dengan lembut.

Hal lain yang jarang disadari adalah dampak penggunaan earphone atau headset dalam waktu lama. Mendengarkan musik dengan volume tinggi secara terus-menerus dapat merusak sel-sel rambut halus di dalam telinga, yang berperan penting dalam proses pendengaran. Kerusakan ini bersifat permanen dan bisa berujung pada Hearing Loss atau gangguan pendengaran. Idealnya, gunakan aturan 60:60—yakni mendengarkan maksimal 60 persen volume selama tidak lebih dari 60 menit.

Selain itu, kebiasaan mengabaikan telinga saat terkena air juga perlu diwaspadai. Air yang tertinggal di dalam telinga, terutama setelah berenang atau mandi, dapat menciptakan lingkungan lembap yang memicu pertumbuhan bakteri atau jamur. Kondisi ini dikenal sebagai Otitis Externa, yang biasanya ditandai dengan rasa gatal, nyeri, hingga keluar cairan dari telinga. Mengeringkan telinga dengan cara memiringkan kepala atau menggunakan handuk bersih bisa menjadi langkah sederhana yang efektif.

Tak banyak yang tahu bahwa kebiasaan mengunyah juga berpengaruh pada kesehatan telinga. Aktivitas mengunyah membantu membuka saluran Tuba Eustachius, yang berfungsi menyeimbangkan tekanan udara di telinga. Inilah alasan mengapa mengunyah permen karet atau menelan ludah dianjurkan saat berada di pesawat atau di daerah dengan perubahan tekanan udara.

Selain perawatan dari luar, kesehatan telinga juga dipengaruhi oleh gaya hidup. Konsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya vitamin A, C, dan E, serta mineral seperti magnesium dan zinc, dapat membantu menjaga fungsi saraf pendengaran. Sementara itu, kebiasaan merokok dan paparan polusi udara diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan pada telinga.

Yang tidak kalah penting, periksakan telinga secara rutin ke tenaga medis, terutama jika mulai merasakan gejala seperti telinga berdenging, nyeri, atau penurunan kemampuan mendengar. Deteksi dini bisa mencegah gangguan yang lebih serius di kemudian hari.

Menjaga kesehatan telinga tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Justru, melalui kebiasaan kecil yang sering diabaikan, kita bisa melindungi fungsi pendengaran agar tetap optimal hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....