Nutrisi Sehat yang Baik Bagi Penderita Alzheimer

  • 28 Feb 2026 07:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penyakit Alzheimer (AD) adalah penyakit neurodegeneratif progresif dan ireversibel yang ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif dan fungsional, kehilangan ingatan dan kemampuan berbahasa secara episodik, gejala neuropsikiatri, dan kematian dini. Saat ini, demensia mempengaruhi sekitar 25 juta orang di seluruh dunia, dan diperkirakan bahwa karena peningkatan harapan hidup pada tahun 2050, akan ada setidaknya 115,4 juta orang yang menderita penyakit ini.

Penyakit ini bermanifestasi pada tingkat biokimia, yaitu berupa akumulasi endapan peptida amiloid-beta (A?) dan pembentukan kekusutan neurofibriler protein di otak. Telah ditunjukkan bahwa penerapan langkah-langkah tertentu dapat memperlambat perkembangannya. Salah satunya dengan pendekatan nutrisi.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa timbulnya dan perkembangan penyakit Alzheimer (AD) sangat berkorelasi dengan gaya hidup, termasuk pola makan. Intervensi nutrisi yang tepat mungkin merupakan pendekatan yang baik untuk menunda penurunan neurokognitif dan mengurangi risiko timbulnya dan perkembangan AD.

Berikut tips nutrisi dasar yang dapat membantu meningkatkan kesehatan penderita Alzheimer :

1. Berikan makanan seimbang dengan beragam jenis makanan

Seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak, dan makanan berprotein rendah lemak.

2. Batasi makanan dengan kandungan lemak jenuh dan kolesterol tinggi

Kurangi konsumsi lemak yang buruk untuk kesehatan jantung, seperti mentega, lemak padat, lemak babi, dan potongan daging berlemak.

3. Kurangi konsumsi gula olahan.

Gula olahan mengandung kalori tetapi kekurangan vitamin, mineral, dan serat. Mengatasi keinginan makan manis, pilihan makanan yang lebih sehat adalah buah atau makanan panggang yang dimaniskan dengan jus. Namun perlu diingat bahwa pada tahap akhir Alzheimer, jika kehilangan nafsu makan menjadi masalah, menambahkan gula ke makanan dapat mendorong makan.

4. Batasi makanan dengan kandungan natrium tinggi dan kurangi penggunaan garam.

Terlalu banyak mengkonsumsi natrium akan mempengaruhi tekanan darah. Sebagai alternatif, gunakan rempah-rempah atau herba untuk membumbui makanan.

5. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan asupan cairan yang cukup

Dengan minum segelas kecil air atau cairan lain sepanjang hari atau makanan dengan kandungan air tinggi, seperti buah-buahan, sup, milkshake, dan smoothie.

Berikut penyebab nafsu makan buruk pada penderita Alzheimer :

1. Tidak mengenali makanan yang disajikan.

Menggunakan gigi palsu yang tidak pas.

2. Obat-obatan seperti pemberian obat baru atau perubahan dosis dapat mempengaruhi nafsu makan.

3. Kurang berolahraga dan aktivitas fisik akan mengurangi nafsu makan.

4. Penurunan kemampuan mencium bau dan mengecap rasa. Penderita Alzheimer/demensia mungkin tidak mau makan karena makanan mungkin tidak lagi berbau atau terasa seenak dulu.

Pada tahap pertengahan dan akhir penyakit Alzheimer, masalah menelan dapat menyebabkan tersedak dan penurunan berat badan. Hal ini dapat dicegah dengan tips berikut :

1. Siapkan makanan agar mudah dikunyah atau ditelan

Haluskan makanan, potong menjadi potongan kecil seukuran sekali gigit, atau sajikan makanan lunak (saus apel, keju cottage, dan telur orak-arik).

2. Waspadai tanda-tanda tersedak

Hindari makanan yang sulit dikunyah, usahakan duduk tegak dengan kepala sedikit menjorok ke depan. Jika kepala penderita miring ke belakang, gerakkan ke posisi depan. Di akhir makan, periksa mulut orang tersebut untuk memastikan makanan telah tertelan.

3.Atasi penurunan nafsu makan

Jika seseorang mengalami penurunan nafsu makan, dapat dicoba menyiapkan beberapa makanan favoritnya, pertimbangkan untuk meningkatkan aktivitas fisik, atau merencanakan beberapa kali makan kecil daripada tiga kali makan besar.

Sumber Kemenkes RI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....