Memanaskan Makanan, Aman atau Kurangi Gizi?

  • 25 Jan 2026 12:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Memanaskan makanan menjadi kebiasaan umum dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk menghemat waktu dan menghindari pemborosan. Namun, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan apakah makanan yang dipanaskan kembali tetap baik dikonsumsi.

Pakar gizi menjelaskan bahwa memanaskan makanan tidak selalu berbahaya, selama dilakukan dengan cara yang benar. Meski demikian, proses pemanasan berulang dapat memengaruhi kandungan gizi tertentu dalam makanan.

Beberapa zat gizi seperti vitamin C dan vitamin B diketahui sensitif terhadap panas. Pemanasan berulang dapat menyebabkan kandungan vitamin tersebut berkurang, terutama jika suhu terlalu tinggi atau waktu pemanasan terlalu lama.

Selain gizi, faktor keamanan pangan juga perlu diperhatikan. Makanan yang disimpan terlalu lama atau dipanaskan tidak merata berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Metode pemanasan juga berpengaruh terhadap kualitas makanan. Memanaskan dengan api sedang atau menggunakan microwave dengan waktu singkat dinilai lebih aman dibandingkan pemanasan berulang dalam waktu lama.

Pakar menyarankan agar makanan tidak dipanaskan berulang kali. Mengambil porsi secukupnya dan memanaskan sekali saja dapat membantu menjaga kandungan gizi dan keamanan makanan.

Dengan memperhatikan cara penyimpanan dan pemanasan, makanan sisa masih dapat dikonsumsi dengan aman. Kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan akibat kebiasaan memanaskan makanan secara tidak tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....