Berapa Lama Waktu yang Dianjurkan untuk Menjalani Diet Mayo?
- 19 Jun 2026 09:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Diet mayo menjadi salah satu metode penurunan berat badan yang cukup populer karena menekankan pola makan rendah garam, rendah gula tambahan, dan kaya akan sayur, buah, serta protein tanpa lemak. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh durasi dan konsistensi dalam menjalankannya.
Secara umum, program Mayo Clinic Diet yang dikembangkan oleh para ahli di Mayo Clinic, Amerika Serikat, terdiri dari dua tahap utama, yakni fase “Lose It!” selama dua minggu dan fase “Live It!” yang dapat dijalankan dalam jangka panjang sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Fase pertama bertujuan membentuk kebiasaan sehat dan membantu menurunkan berat badan sekitar 2,7 hingga 4,5 kilogram, sedangkan fase kedua berfokus pada mempertahankan hasil yang telah dicapai.
Para ahli gizi menyarankan agar diet mayo tidak dilakukan secara terlalu ketat atau berulang dalam waktu singkat hanya demi mendapatkan penurunan berat badan yang drastis. Sebab, pembatasan asupan tertentu secara ekstrem dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi dan menyebabkan berat badan mudah kembali naik setelah diet dihentikan.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine pada 2009 oleh Dr. Frank M. Sacks dan tim peneliti dari Harvard School of Public Health melibatkan lebih dari 800 peserta dengan kelebihan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penurunan berat badan lebih dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap pola makan sehat dalam jangka panjang dibandingkan dengan komposisi diet tertentu yang dijalani dalam waktu singkat.
Mayo Clinic sendiri menekankan bahwa pola makan sehat sebaiknya dijadikan gaya hidup yang berkelanjutan, bukan sekadar program sementara selama 13 atau 14 hari seperti yang banyak dipraktikkan masyarakat. Selain mengatur pola makan, aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari juga menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan penurunan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation pada 2018 oleh tim peneliti dari American Heart Association menemukan bahwa perubahan gaya hidup yang dilakukan secara bertahap dan dipertahankan dalam jangka panjang memiliki manfaat lebih besar terhadap kesehatan jantung dibandingkan diet ketat yang hanya dilakukan dalam waktu singkat. Pendekatan yang berkelanjutan juga diketahui lebih efektif dalam mencegah obesitas dan berbagai penyakit metabolik.
Dengan demikian, tidak ada batas waktu pasti yang dianggap paling ideal untuk menjalani diet mayo, karena tujuan utamanya adalah membangun kebiasaan makan sehat yang dapat dipertahankan seumur hidup. Apabila ingin menjalani diet untuk menurunkan berat badan secara signifikan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar program yang dijalani tetap aman dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....