Menteri ESDM Bahas Ketahanan Energi

  • 16 Jun 2026 12:43 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk membahas ketahanan energi dan hilirisasi. Pertemuan tersebut menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika global.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa arahan presiden berfokus pada penguatan sektor energi dan percepatan hilirisasi. Pemerintah juga diminta segera mencari dan mengembangkan sumber energi alternatif.

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah menyoroti percepatan peralihan dari Liquefied Petroleum Gas ke Compressed Natural Gas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi guna mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan bakar.

Selain itu, pendataan sektor pertambangan turut menjadi prioritas untuk memastikan tata kelola yang lebih baik. Evaluasi kesiapan energi nasional juga dilakukan, mencakup kelistrikan dan ketersediaan bahan bakar minyak.

dikutip dari laman komdigi.go.id pada Selasa, 16 Juni 2026, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi dan LPG bersubsidi tidak mengalami perubahan. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Sementara itu, harga energi nonsubsidi tetap menyesuaikan dengan mekanisme pasar yang berlaku. Pemerintah juga terus menggodok kebijakan tambahan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Di sektor kelistrikan, pasokan batu bara untuk pembangkit disebut dalam kondisi aman meski terdapat kendala teknis di beberapa mesin. Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi, hilirisasi, dan perlindungan terhadap masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....