Haru Kepulangan Haji Kloter 4
- 09 Jun 2026 09:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Suasana haru menyelimuti Asrama Haji Bengkulu pada Senin dini hari saat 384 jemaah haji Kloter 4 Padang (PDG) tiba kembali di Kota Bengkulu. Tangis bahagia keluarga yang telah lama menanti bercampur dengan lantunan talbiyah dan selawat yang menggema, menciptakan momen penuh emosional bagi para jemaah yang baru menuntaskan rukun Islam kelima.
Kedatangan rombongan jemaah, termasuk Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama sang istri, disambut langsung oleh Kepala Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu H. Intihan, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para asisten, staf ahli, kepala OPD, serta jajaran Pemerintah Kota Bengkulu.
Di balik kebahagiaan kepulangan tersebut, tersimpan kisah pengabdian yang menyentuh dari Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi selama mendampingi jemaah di Tanah Suci. Tidak hanya menjalankan ibadah, Dedy juga menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama jemaah, terutama mereka yang mengalami gangguan kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Saat dokter kloter berhalangan hadir dan sejumlah jemaah mulai mengalami batuk, flu, serta kelelahan akibat padatnya aktivitas ibadah, Dedy memilih untuk turun tangan membantu. Kamar hotel yang ditempatinya bahkan dijadikan posko obat darurat guna melayani kebutuhan kesehatan jemaah.
Di sela-sela pelaksanaan ibadah, Dedy turut mendampingi petugas kesehatan memberikan pelayanan kepada para jemaah. Bersama petugas medis, ia menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi kamar-kamar jemaah, khususnya para lansia, untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau.
Kepedulian tersebut berangkat dari rasa empati yang mendalam terhadap perjuangan para jemaah lanjut usia. Dedy mengaku sangat tersentuh melihat beratnya perjalanan yang harus dijalani para lansia selama puncak ibadah haji.
Ia mengingat salah satu momen paling berat yang dialami jemaah saat proses mobilisasi dari Muzdalifah menuju Mina, Dalam situasi yang padat dan tidak teratur, banyak jemaah harus menunggu dan berebut kendaraan, kondisi tersebut membuat sejumlah jemaah lansia kelelahan hingga ada yang pingsan. “Kita yang masih muda saja merasa berat, bagaimana yang tua-tua, Saya sangat kasihan,” ungkap Dedy saat menceritakan pengalaman tersebut, Senin 8 Juni 2026.
Meski bersyukur sebagian besar jemaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat, Dedy mengaku masih menyimpan kesedihan atas wafatnya dua jemaah selama berada di Arab Saudi. Dari total 386 jemaah yang berangkat, dua orang jemaah asal Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara meninggal dunia di Tanah Suci.
Kepergian mereka menjadi duka mendalam bagi seluruh rombongan, termasuk Dedy yang menyaksikan langsung perjuangan para jemaah selama menjalankan ibadah. Berkaca dari pengalaman tersebut, Dedy berpesan kepada masyarakat agar tidak memaksakan keberangkatan haji apabila kondisi kesehatan belum memenuhi syarat istitaah atau kemampuan secara fisik.
Kini perjalanan spiritual itu telah berakhir, namun bagi para jemaah, khususnya yang tergabung dalam Kloter 4 Padang, Dedy Wahyudi tidak hanya dikenang sebagai kepala daerah yang ikut menunaikan ibadah haji, melainkan juga sosok yang hadir membantu dan menjaga para jemaah layaknya keluarga sendiri. Kepulangannya ke Kota Bengkulu bukan hanya membawa harapan menjadi haji yang mabrur, tetapi juga meninggalkan teladan tentang kepedulian, pengorbanan, dan semangat melayani sesama di tengah perjalanan ibadah yang penuh tantangan.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah memastikan ahli waris jamaah haji asal Bengkulu yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi akan menerima santunan atau asuransi kematian sebesar Rp47,8 juta. Dana tersebut akan ditransfer langsung ke rekening jamaah dan selanjutnya dapat dicairkan oleh ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu, Intihan, mengatakan hingga saat ini tercatat dua jamaah haji Bengkulu meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Nantinya kedua ahli waris jamaah haji yang meninggal akan mendapatkan santunan.
Kedua jamaah tersebut yakni Tukiman (54), asal Kota Bengkulu, dan Mustina (66), asal Kabupaten Bengkulu Utara. Keduanya dipastikan memperoleh santunan kematian yang besarannya mengikuti Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Setiap jamaah yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji berhak mendapatkan santunan. Besarannya setara dengan biaya penyelenggaraan ibadah haji dan akan diberikan secara penuh kepada ahli waris," ujar Intihan, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, proses pencairan santunan tidak akan dipersulit. Setelah seluruh administrasi selesai, dana santunan diperkirakan dapat diterima paling lambat satu bulan setelah pelaksanaan ibadah haji berakhir.
Menurutnya, dana santunan akan masuk terlebih dahulu ke rekening milik jamaah yang bersangkutan. Setelah itu, ahli waris dapat mengurus pencairan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Selain memastikan hak jamaah yang wafat terpenuhi, pihaknya juga terus memantau kondisi jamaah Bengkulu yang masih berada di Arab Saudi. Hingga saat ini masih terdapat dua jamaah yang menjalani perawatan sehingga kepulangannya ke Tanah Air harus dilakukan secara terpisah dari rombongan utama.
Sementara itu, ratusan jamaah haji Bengkulu lainnya telah tiba dengan selamat di daerah asal dan langsung disambut keluarga masing-masing. Kepulangan jamaah menandai berakhirnya rangkaian ibadah haji tahun ini bagi mayoritas peserta asal Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....