Kesalahan yang Sering Dilakukan Solo Traveler Pemula dan Tips Menghindarinya

  • 30 Sep 2026 18:58 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Bepergian seorang diri atau solo traveling menawarkan kebebasan untuk menentukan tujuan, waktu, dan aktivitas sendiri. Namun, bagi pemula, kurangnya persiapan dapat menimbulkan masalah mulai dari tersesat, kehilangan barang, salah memilih akomodasi, hingga kesulitan ketika menghadapi situasi darurat.

1. Tidak melakukan riset destinasi

Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung berangkat tanpa memahami kondisi destinasi, transportasi, aturan lokal, maupun area yang perlu diwaspadai. Sebelum berangkat, cari informasi mengenai budaya, hukum setempat, sistem transportasi, kondisi keamanan, serta persyaratan masuk jika bepergian ke luar negeri.

2. Memilih penginapan hanya berdasarkan harga

Harga murah belum tentu menjadi pilihan yang tepat, terutama ketika bepergian sendirian dan belum mengenal daerah tujuan. Sebaiknya periksa lokasi, ulasan wisatawan, akses transportasi, serta keamanan lingkungan penginapan sebelum melakukan pemesanan.

3. Tidak memberi tahu keluarga atau teman tentang perjalanan

Solo traveler terkadang lupa bahwa tidak ada teman seperjalanan yang mengetahui keberadaannya jika terjadi masalah. Bagikan itinerary, informasi penginapan, jadwal perjalanan, serta salinan dokumen penting kepada orang yang dipercaya dan lakukan check-in secara berkala.

4. Membawa seluruh uang dan dokumen di satu tempat

Menyimpan semua uang, kartu pembayaran, paspor, dan dokumen penting dalam satu tas dapat menjadi masalah besar jika tas tersebut hilang atau dicuri. Sebaiknya simpan dokumen penting dalam bentuk salinan, pisahkan sumber dana, dan simpan barang berharga di tempat yang aman selama perjalanan.

5. Terlalu percaya kepada orang yang baru dikenal

Bertemu orang baru merupakan bagian menarik dari perjalanan, tetapi solo traveler tetap perlu menjaga batas keamanan pribadi. Hindari memberikan informasi detail mengenai tempat menginap atau rencana perjalanan kepada orang asing, serta jangan meninggalkan makanan dan minuman tanpa pengawasan.

6. Tidak menyiapkan rencana cadangan

Gangguan penerbangan, perubahan jadwal transportasi, kehilangan ponsel, atau kondisi darurat dapat terjadi kapan saja sehingga solo traveler sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu rencana. Simpan nomor darurat, alamat penginapan, tiket, dokumen perjalanan, peta offline, serta baterai cadangan agar tetap dapat mengakses informasi ketika koneksi internet atau perangkat bermasalah.

7. Memaksakan itinerary terlalu padat

Pemula sering ingin mengunjungi sebanyak mungkin tempat dalam satu perjalanan sehingga jadwal menjadi terlalu padat dan melelahkan. Buat itinerary yang realistis dengan waktu cadangan untuk perjalanan, makan, istirahat, serta kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.

Pada akhirnya, kunci solo traveling bukan hanya keberanian untuk bepergian sendirian, tetapi juga persiapan dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri. Dengan melakukan riset destinasi, memilih akomodasi dengan cermat, menjaga dokumen dan barang berharga, memberi tahu orang terdekat, serta menyiapkan rencana darurat, perjalanan seorang diri dapat dilakukan dengan persiapan yang lebih baik.

Sumber : Smartraveller – Safety tips for solo travellers

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....