Bibir Kering, Bisa Jadi karena Stres
- 30 Sep 2026 19:52 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bibir kering dan pecah-pecah sering dianggap hanya disebabkan oleh kurang minum atau cuaca yang terlalu panas, padahal kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan stres. Ketika seseorang mengalami stres, perubahan pada fungsi pelindung kulit dapat membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan, termasuk pada area yang rentan seperti bibir.
Stres psikologis dapat memengaruhi kerja sistem hormonal dan respons tubuh yang kemudian berdampak pada fungsi skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Ketika fungsi pelindung ini terganggu, kehilangan air melalui kulit dapat meningkat sehingga kulit lebih mudah mengalami kekeringan, iritasi, dan rasa tidak nyaman.
Hubungan tersebut juga ditemukan dalam penelitian S. Fukuda, S. Baba, dan T. Akasaka yang diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science pada 2015. Penelitian ini melibatkan 16 mahasiswi sehat dan membandingkan fungsi pelindung kulit pada periode dengan tingkat stres lebih tinggi, termasuk saat ujian, dengan periode kontrol, menggunakan pengukuran transepidermal water loss atau TEWL sebagai salah satu indikator kondisi skin barrier.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan fungsi pelindung kulit pada periode stres yang lebih tinggi serta proses pemulihan barrier yang lebih buruk setelah kulit mengalami gangguan. Temuan tersebut tidak secara khusus membuktikan bahwa stres menyebabkan bibir pecah-pecah, tetapi memberikan gambaran bahwa stres dapat memengaruhi mekanisme kulit dalam mempertahankan kelembapan.
Penelitian lain yang dilakukan Fan Lyu, Tong Wu, Yizhe Bian, Kesen Zhu, Jinhua Xu, dan Fei Li dari Fudan University dan diterbitkan dalam International Journal of Dermatology pada 2023 juga meneliti hubungan stres psikologis dengan kondisi skin barrier. Studi observasional prospektif tersebut dilakukan pada mahasiswa kedokteran Shanghai Medical College dengan menilai tingkat stres, kualitas tidur, kondisi emosional, kehilangan air melalui kulit atau TEWL, serta hidrasi kulit pada beberapa periode selama semester.
Selain faktor stres, bibir kering dapat dipengaruhi berbagai kondisi lain seperti paparan udara kering, cuaca panas atau dingin, paparan sinar matahari, kebiasaan menjilat bibir, dehidrasi, serta penggunaan produk tertentu yang mengiritasi. Karena itu, bibir yang kering tidak dapat dijadikan satu-satunya tanda bahwa seseorang sedang mengalami stres, terlebih jika keluhan berlangsung lama atau disertai luka, perdarahan, dan peradangan.
Untuk membantu menjaga kelembapan bibir, penggunaan lip balm yang dapat membantu membentuk lapisan pelindung serta mencukupi kebutuhan cairan dapat menjadi bagian dari perawatan sehari-hari. Namun, jika bibir terus-menerus kering meski sudah dirawat atau kondisinya semakin parah, penyebab lain perlu dipertimbangkan dan pemeriksaan tenaga kesehatan dapat diperlukan untuk mengetahui faktor yang mendasarinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....