Cara Orang Tua Mengajarkan Anak Mengelola Emosi

  • 22 Sep 2026 07:12 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Mengajarkan anak mengelola emosi merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang yang perlu dilakukan sejak dini. Kemampuan tersebut membantu anak mengenali perasaan, mengekspresikannya secara tepat, serta merespons berbagai situasi tanpa melukai diri sendiri maupun orang lain.

Orang tua dapat memulainya dengan membantu anak mengenali dan menyebutkan emosi yang sedang dirasakan. Ketika anak marah, sedih, takut, atau kecewa, orang tua dapat mengatakan, “Kamu sedang marah karena mainanmu rusak,” sehingga anak belajar memahami hubungan antara perasaan dan penyebabnya.

Langkah berikutnya adalah menerima emosi anak tanpa langsung membenarkan perilaku yang muncul. Orang tua perlu menjelaskan bahwa marah atau kecewa merupakan hal yang wajar, tetapi memukul, berteriak berlebihan, atau menyakiti orang lain bukan cara yang tepat untuk melampiaskannya.

Orang tua juga perlu menjadi contoh dalam mengelola emosi sehari-hari. Ketika menghadapi masalah, orang tua dapat menunjukkan cara menenangkan diri dengan menarik napas, berbicara secara perlahan, mengambil jeda, atau menyampaikan perasaan tanpa menggunakan kata-kata kasar.

Selain itu, anak dapat diajarkan berbagai strategi sederhana untuk menenangkan diri ketika emosinya meningkat. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain menarik napas dalam-dalam, menghitung sampai sepuluh, minum air putih, pergi ke tempat yang lebih tenang, menggambar, atau berbicara dengan orang yang dipercaya.

Penelitian mengenai emotion coaching menunjukkan bahwa cara orang tua merespons emosi anak berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengatur perasaannya. Dalam studi longitudinal selama tiga tahun yang dilakukan Katz dan Gottman pada 1997, keyakinan serta pendekatan orang tua dalam membimbing emosi ditemukan dapat membantu melindungi anak usia prasekolah dari dampak negatif konflik perkawinan terhadap perilaku, hubungan dengan teman sebaya, dan prestasi sekolah.

Proses mengajarkan pengelolaan emosi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan komunikasi yang sesuai dengan usia anak. Jika anak terus mengalami ledakan emosi yang sangat kuat, membahayakan diri sendiri atau orang lain, maupun mengganggu aktivitas sehari-hari, orang tua dapat berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional untuk memperoleh pendampingan yang tepat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....