Tips Pendekatan Anak Toddler agar Mau Menurut tanpa Harus Dimarahi

  • 12 Sep 2026 14:39 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Mendampingi anak usia toddler bukanlah hal yang selalu mudah, terutama ketika anak mulai menunjukkan keinginan untuk melakukan sesuatu sesuai kemauannya sendiri. Pada usia ini, anak sedang belajar mengenal batasan, mengembangkan kemandirian, sekaligus memahami aturan sehingga orang tua perlu menggunakan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan instruksi secara singkat, jelas, dan sesuai kemampuan anak. Hindari memberikan banyak perintah sekaligus, misalnya cukup mengatakan, “Yuk, simpan mainannya,” sambil mendekati anak dan memastikan ia memperhatikan orang tua sebelum instruksi diberikan. Penelitian tentang kepatuhan anak menunjukkan bahwa kedekatan, perhatian vokal, kontak mata, serta cara memberikan arahan dapat membantu meningkatkan kemungkinan anak mengikuti instruksi.

Orang tua juga dapat memberikan pilihan sederhana agar anak merasa memiliki kendali atas dirinya. Misalnya, “Mau pakai baju biru atau merah?” atau “Mau membereskan mainan sekarang atau setelah minum?” Cara ini tetap memberikan batasan kepada anak, tetapi sekaligus menghargai kebutuhan toddler untuk mulai mandiri.

Ketika anak berhasil mengikuti arahan, berikan respons positif secara langsung, seperti pujian, senyuman, pelukan, atau ucapan terima kasih. Sebuah penelitian eksperimental mengenai pujian orang tua menemukan bahwa pujian dapat mendukung kepatuhan anak, meskipun penggunaan pujian yang sangat spesifik tidak selalu terbukti lebih efektif dibandingkan pujian biasa.

Pendekatan berikutnya adalah tetap tenang dan konsisten ketika anak menolak. Orang tua sebaiknya menghindari teriakan atau ancaman yang berlebihan, kemudian mengulangi aturan dengan kalimat sederhana dan memberikan konsekuensi yang wajar serta konsisten sesuai situasi. Penelitian mengenai gentle guidance pada anak usia dini menunjukkan adanya hubungan antara bimbingan orang tua yang lembut dengan perilaku kepatuhan anak.

Orang tua juga perlu memahami bahwa “tidak mau menurut” merupakan bagian dari proses perkembangan, bukan selalu berarti anak sengaja membangkang. Penelitian mengenai kepatuhan toddler menunjukkan bahwa kemampuan mengikuti arahan berkaitan dengan proses perkembangan pengendalian diri dan internalisasi aturan, sehingga anak membutuhkan waktu dan pengalaman berulang untuk belajar mematuhinya.

Dengan demikian, kunci menghadapi toddler bukan sekadar membuat anak “menurut”, tetapi membantu mereka belajar memahami aturan melalui komunikasi yang jelas, pilihan yang terbatas, perhatian, konsistensi, dan respons positif. Penelitian yang berkaitan: “Maternal Positive Parenting Behaviors and Toddler’s Compliance: Prediction from Maternal Sensitivity in Infancy and Bidirectional Effects of Autonomy Encouragement in Toddlerhood” serta “Maternal and Paternal Gentle Guidance and Young Children’s Compliance from a Within-Family Perspective” dapat menjadi rujukan untuk memahami hubungan pola pengasuhan dengan kepatuhan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....