Mindful Eating, Cara Makan tanpa Terburu-buru
- 14 Sep 2026 05:06 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernah makan sambil menonton atau bermain ponsel, lalu tiba-tiba makanan di piring sudah habis? Kebiasaan tersebut membuat kita sering makan tanpa benar-benar memperhatikan rasa lapar, rasa kenyang, maupun makanan yang sedang dikonsumsi.
Kondisi inilah yang coba diperhatikan melalui mindful eating, yaitu pendekatan makan dengan memberikan perhatian penuh pada pengalaman saat makan. Kita diajak mengenali rasa, aroma, tekstur makanan serta memperhatikan sinyal lapar dan kenyang tanpa buru-buru menghakimi pilihan makanan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity Reviews menemukan bahwa intervensi berbasis mindfulness dapat membantu memperbaiki sejumlah perilaku makan, termasuk kecenderungan makan secara impulsif atau sebagai respons terhadap emosi. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa hasilnya dapat berbeda pada setiap orang sehingga mindful eating bukan metode penurunan berat badan yang bisa menjamin hasil tertentu.
Praktiknya sebenarnya cukup sederhana dan tidak mengharuskan seseorang mengganti seluruh menu makanan. Mulai dengan makan tanpa distraksi, memperlambat suapan, menikmati rasa dan tekstur makanan, lalu berhenti sejenak untuk menyadari apakah tubuh masih lapar atau sudah cukup.
Harvard T.H. Chan School of Public Health juga menjelaskan bahwa mindful eating dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap pengalaman makan dan mengenali isyarat lapar maupun kenyang. Kesadaran tersebut dapat membuat seseorang lebih memperhatikan kebiasaan makannya, bukan sekadar mengikuti aturan diet secara kaku.
Mindful eating juga bukan berarti setiap kali makan harus dilakukan dalam suasana sempurna dan penuh konsentrasi. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk lebih sadar terhadap apa yang dimakan dan bagaimana tubuh meresponsnya.
Jadi, mindful eating bukan tentang melarang makanan tertentu atau memaksa diri makan sedikit. Pendekatan ini lebih mengajak kita untuk berhenti sejenak, mendengarkan tubuh, dan memberi perhatian lebih pada proses makan yang selama ini mungkin dilakukan secara otomatis.
Sumber: Obesity Reviews; Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....