Stres karena Bekerja Bisa Dipicu Kurangnya Afirmasi dari Rekan Kerja

  • 10 Sep 2026 07:13 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tekanan pekerjaan tidak selalu muncul karena beban kerja yang berat atau tenggat waktu yang ketat, tetapi juga dapat berkaitan dengan hubungan sosial di lingkungan kerja. Ketika seseorang merasa usaha dan kontribusinya jarang dihargai, tidak mendapat dukungan, atau terus menerima respons negatif dari rekan kerja, kondisi tersebut dapat menambah beban psikologis selama bekerja.

Afirmasi di tempat kerja dapat hadir dalam bentuk sederhana, seperti ucapan terima kasih, apresiasi atas hasil pekerjaan, dukungan ketika menghadapi kesulitan, atau pengakuan bahwa seseorang telah memberikan kontribusi bagi tim. Hal-hal tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi dukungan sosial dapat membantu pekerja menghadapi tuntutan pekerjaan dan mengurangi dampak negatif dari stresor yang muncul selama bekerja.

Hubungan antara kondisi sosial di tempat kerja dan kesejahteraan pekerja juga terlihat dalam meta-analisis Christin Gerhardt dan kolega yang diterbitkan di BMC Public Health pada 2021. Peneliti menganalisis 557 studi yang melibatkan pekerja dan menemukan hubungan negatif berukuran sedang antara berbagai stresor sosial di tempat kerja dengan kesehatan serta kesejahteraan, dengan korelasi keseluruhan r = −0,30 dan p < 0,001; dampak paling kuat terlihat pada kepuasan kerja, burnout, komitmen, dan perilaku kontraproduktif.

Penelitian lain oleh Jolly dalam Journal of Organizational Behavior yang terbit pada 2021 melalui sebuah integrative review juga menunjukkan bahwa dukungan sosial di tempat kerja dapat berkaitan dengan hubungan kerja yang lebih berkualitas, reaksi emosional yang lebih positif, serta kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Artinya, keberadaan rekan kerja yang mau mendengarkan, memberikan bantuan, atau mengakui usaha seseorang dapat menjadi salah satu sumber daya psikologis ketika tekanan pekerjaan meningkat.

Afirmasi juga tidak harus selalu berupa pujian besar atau penghargaan formal karena pengakuan yang tepat pada waktunya dapat memberikan pesan bahwa pekerjaan seseorang dilihat dan memiliki arti bagi tim. Namun, penelitian menunjukkan bahwa cara pemberian apresiasi juga penting; studi yang diterbitkan pada 2020 tentang 313 pegawai pemerintah dalam Studi 1 dan 244 pegawai dalam Studi 2 menemukan bahwa hubungan antara tekanan psikologis dan kecenderungan perilaku terkait stres lebih kuat ketika tingkat pujian serta pengakuan dari atasan rendah.

Ketika seseorang terus bekerja dalam lingkungan yang minim dukungan, ia dapat mulai mempertanyakan kemampuan dan nilai kontribusinya, terutama jika kritik lebih sering diterima dibandingkan apresiasi. Dalam jangka panjang, pola interaksi sosial yang negatif dapat berkontribusi terhadap kelelahan emosional, menurunkan kepuasan kerja, dan membuat pekerjaan terasa semakin berat, meskipun beban tugas sebenarnya tidak berubah.

Karena itu, membangun lingkungan kerja yang sehat tidak hanya berkaitan dengan pembagian tugas dan target, tetapi juga bagaimana rekan kerja saling memberikan dukungan serta mengakui kontribusi satu sama lain. Afirmasi sederhana seperti mengucapkan terima kasih, memberikan umpan balik yang konstruktif, menawarkan bantuan, atau mengakui hasil kerja dapat menjadi bagian dari budaya kerja yang membantu menjaga kesejahteraan psikologis karyawan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....