Kenapa Kita Sulit Berhenti Menonton Satu Episode Lagi? Ini Hubungannya dengan Otak

  • 29 Agt 2026 06:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernah berniat hanya menonton satu episode sebelum tidur, tetapi akhirnya berlanjut hingga tiga atau empat episode? Kebiasaan menonton beberapa episode secara berurutan atau binge-watching bukan semata-mata soal kurangnya disiplin, karena alur cerita, rasa penasaran, kebiasaan, dan mekanisme penghargaan di otak dapat membuat seseorang terdorong untuk terus melanjutkan tontonan.

Salah satu pemicu terkuat adalah rasa penasaran ketika sebuah episode berakhir dengan cliffhanger, yakni situasi ketika cerita sengaja dihentikan pada bagian yang membuat penonton ingin mengetahui kelanjutannya. Ketika otak belum mendapatkan penyelesaian dari sebuah konflik atau pertanyaan dalam cerita, dorongan untuk mencari informasi berikutnya dapat membuat tombol “episode selanjutnya” terasa sulit untuk diabaikan.

Penelitian Emily Walton-Pattison, Stephan U. Dombrowski, dan Justin Presseau yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology pada 2018 meneliti kebiasaan binge-watching pada 86 orang melalui kuesioner mengenai niat menonton, kebiasaan otomatis, konflik dengan tujuan lain, serta penyesalan setelah menonton. Peserta dalam penelitian tersebut melaporkan binge-watching rata-rata 1,42 hari per minggu, sementara perilaku otomatis, konflik dengan tujuan, dan perkiraan penyesalan menjadi sejumlah faktor yang berkaitan dengan kebiasaan menonton berlebihan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa keputusan menonton episode tambahan tidak selalu muncul karena seseorang memang sejak awal berniat menonton dalam waktu lama. Studi yang diterbitkan dalam Acta Psychologica pada 2025 oleh Ezgi Ulusoy dan rekan-rekannya melibatkan 180 peserta dan menemukan bahwa sesi menonton yang dilakukan tanpa rencana lebih sering dipicu oleh faktor situasional seperti cliffhanger dan rasa penasaran, sedangkan sesi yang memang direncanakan cenderung dikaitkan dengan suasana hati positif dan kepuasan.

Menariknya, tidak semua aktivitas binge-watching otomatis dapat disebut sebagai perilaku bermasalah atau kecanduan. Penelitian Maèva Flayelle dan rekan-rekannya yang diterbitkan pada 2022 di jurnal Telematics and Informaticsmenggunakan analisis machine learning terhadap 4.275 penonton serial berbahasa Prancis dan menemukan bahwa binge-watching yang tidak bermasalah lebih banyak berkaitan dengan penguatan positif dari aktivitas menonton, sedangkan pola bermasalah lebih berkaitan dengan motivasi untuk menghindari perasaan negatif dan impulsivitas.

Meski begitu, kebiasaan menonton tanpa batas dapat menjadi masalah ketika mulai mengganggu tidur, pekerjaan, belajar, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari. Meta-analisis yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2022, setelah menelusuri sejumlah basis data akademik hingga Februari 2022, menemukan hubungan signifikan antara binge-watching dan beberapa masalah kesehatan mental, dengan hubungan paling kuat terlihat pada stres dan kecemasan; penelitian tersebut juga menemukan hubungan dengan masalah tidur.

Karena itu, cara paling sederhana untuk mengendalikan kebiasaan “satu episode lagi” adalah menentukan batas tontonan sebelum mulai menonton, mematikan fitur autoplay, serta menghindari menjadikan serial sebagai aktivitas utama menjelang waktu tidur. Menonton beberapa episode untuk bersantai tidak selalu berbahaya, tetapi ketika seseorang terus kehilangan kendali atas durasi menonton dan mengorbankan kebutuhan penting lainnya, kebiasaan tersebut patut dievaluasi agar hiburan tetap menjadi bagian dari keseharian tanpa mengganggu kesehatan dan produktivitas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....