Pilih Masker yang Tepat Hadapi Paparan Abu Vulkanik

  • 09 Sep 2026 07:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Paparan abu vulkanik bukan sekadar membuat udara terasa berdebu, tetapi juga dapat membawa partikel sangat halus yang berisiko masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, penggunaan masker yang tepat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan ketika masyarakat harus beraktivitas di wilayah terdampak abu.

Partikel abu vulkanik dapat terhirup melalui hidung dan mulut, terutama ketika berada di luar ruangan dalam kondisi udara berdebu. Perlindungan pernapasan pun perlu diperhatikan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan terdampak.

Salah satu pilihan perlindungan adalah masker respirator seperti N95 yang memiliki kemampuan filtrasi sedikitnya 95 persen terhadap partikel udara tertentu. Selain itu, respirator KN95 juga dirancang memiliki kemampuan filtrasi sekitar 95 persen apabila digunakan dengan benar dan sesuai standar.

Masker bedah dapat menjadi pilihan perlindungan dalam kondisi tertentu, tetapi kemampuannya menyaring partikel serta kerapatan pada wajah dapat berbeda dibandingkan respirator. Hal penting lainnya adalah memilih masker yang ukurannya sesuai sehingga dapat menutup hidung, mulut, dan dagu dengan baik tanpa meninggalkan celah besar.

Efektivitas masker juga sangat bergantung pada cara pemakaiannya, bukan hanya jenis masker yang dipilih. Pengguna perlu memastikan masker terpasang rapat, tidak longgar, serta menggantinya apabila sudah kotor, basah, rusak, atau tidak lagi nyaman digunakan.

Sebelum menyentuh dan mengenakan masker, pastikan tangan dalam keadaan bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi. Hindari pula terlalu sering menyentuh bagian depan masker selama digunakan dan siapkan masker cadangan apabila harus beraktivitas cukup lama di luar rumah.

Meski sudah menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan tetap menjadi langkah penting ketika paparan abu vulkanik sedang meningkat. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi mengenai kondisi gunung api dan kualitas lingkungan agar dapat menyesuaikan aktivitas serta langkah perlindungan yang diperlukan.

Jadi, jangan hanya mengenakan masker sekadar untuk menutupi hidung dan mulut, tetapi pastikan jenis, ukuran, dan cara penggunaannya sudah tepat. Dengan perlindungan pernapasan yang baik serta membatasi paparan abu, risiko menghirup partikel vulkanik dapat dikurangi dan aktivitas sehari-hari bisa dilakukan dengan lebih aman.

Sumber informasi : instagram @indonesiabaik.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....