Stop Sebar Hoaks, Cek Sebelum Membagikan

  • 01 Sep 2026 21:11 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Informasi di media sosial dapat menyebar hanya dalam hitungan detik, mulai dari foto, video, hingga kabar mengenai berbagai peristiwa terbaru. Namun, cepatnya sebuah informasi menjadi viral tidak selalu berarti informasi tersebut benar dan dapat langsung dipercaya.

Kemudahan membagikan konten dari satu akun ke akun lainnya membuat masyarakat perlu semakin berhati-hati saat menerima informasi. Sikap kritis diperlukan agar kabar yang belum terverifikasi tidak ikut tersebar dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah tidak mudah terpancing oleh judul provokatif, karena hoaks kerap menggunakan kalimat sensasional untuk menarik perhatian dan memancing emosi pembaca. Sebelum mempercayainya, masyarakat dapat mencari informasi serupa melalui media kredibel maupun sumber resmi untuk membandingkan fakta yang disampaikan.

Langkah berikutnya adalah mencermati sumber informasi dengan melihat dari mana sebuah kabar berasal, termasuk alamat situs dan akun media sosial yang menyebarkannya. Informasi dari akun yang tidak jelas atau sumber yang sulit diverifikasi sebaiknya tidak langsung dipercaya, terlebih jika meminta pembaca segera menyebarkannya.

Masyarakat juga perlu memeriksa fakta, foto, dan video yang menyertai sebuah informasi karena konten visual dapat dimanipulasi atau digunakan kembali dari peristiwa berbeda. Penelusuran gambar dapat membantu mengetahui konteks, waktu kejadian, serta kemungkinan foto lama yang kembali beredar dengan narasi baru.

Jika masih ragu, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan penilaian pribadi atau banyaknya orang yang membagikan informasi tersebut. Kabar dapat didiskusikan dengan orang lain, dibandingkan dengan pemberitaan dari sumber terpercaya, atau diperiksa melalui kanal pemeriksa fakta sebelum diyakini kebenarannya.

Kebiasaan melakukan verifikasi menjadi semakin penting karena penyebaran informasi keliru tidak berhenti pada orang yang pertama kali membuatnya. Setiap pengguna media sosial memiliki peran dalam menentukan apakah sebuah informasi yang diterima akan berhenti atau justru semakin luas beredar.

Karena itu, masyarakat dapat membiasakan diri untuk menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kepada orang lain melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Luangkan waktu untuk membaca secara utuh, memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan memastikan faktanya agar ruang digital tetap sehat serta tidak dipenuhi hoaks.

Sumber informasi : instagram @indonesiabaik.id

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....