Arti Warna pada Makanan dan Pengaruhnya terhadap Selera
- 26 Agt 2026 14:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Warna makanan menjadi salah satu hal pertama yang dilihat sebelum seseorang mencicipi sebuah hidangan. Tanpa disadari, warna dapat membentuk ekspektasi mengenai rasa, tingkat kematangan, kesegaran, hingga apakah makanan tersebut terlihat menggugah selera.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Flavour menunjukkan bahwa warna merupakan salah satu petunjuk visual penting yang digunakan otak untuk memperkirakan rasa dan karakter makanan. Perubahan warna makanan bahkan dapat mengubah persepsi seseorang terhadap rasa meskipun bahan makanan yang dikonsumsi sebenarnya sama.
Warna merah sering diasosiasikan dengan makanan yang matang, manis, atau memiliki rasa yang kuat karena banyak buah matang dan makanan tertentu memiliki warna tersebut. Namun, penelitian mengenai hubungan warna merah dengan peningkatan selera makan masih menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten.
Warna kuning dan oranye sering memberikan kesan cerah, matang, dan segar pada makanan. Warna tersebut juga dapat membentuk ekspektasi terhadap rasa manis atau asam, meskipun persepsi setiap orang dapat berbeda berdasarkan pengalaman dan budaya.
Warna hijau banyak ditemukan pada sayuran, buah, dan bahan makanan yang diasosiasikan dengan kesegaran. Dalam konteks tertentu, hijau dapat memberikan kesan alami atau sehat, tetapi warna hijau pada makanan yang seharusnya memiliki warna berbeda juga dapat membuat seseorang meragukan rasa maupun kelayakannya.
Warna cokelat sering ditemukan pada makanan yang dipanggang, digoreng, atau mengalami proses pemanasan. Warna tersebut dapat memberikan ekspektasi terhadap aroma panggang dan rasa gurih, terutama karena perubahan warna selama proses memasak sering berjalan bersamaan dengan perubahan aroma dan cita rasa.
Sementara itu, warna biru relatif jarang ditemukan secara alami pada makanan sehingga dapat memberikan respons yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa efek biru terhadap selera makan tidak selalu konsisten dan sangat dipengaruhi oleh ekspektasi seseorang terhadap makanan yang dilihat.
Menariknya, bukan hanya warna makanan yang dapat memengaruhi persepsi terhadap hidangan. Penelitian juga menemukan bahwa warna piring, wadah, atau latar belakang tempat makanan disajikan dapat memengaruhi penilaian terhadap rasa dan daya tarik makanan.
Karena itu, warna makanan tidak dapat digunakan sebagai patokan mutlak untuk menentukan rasa, kandungan gizi, atau kualitas sebuah hidangan. Warna lebih tepat dipahami sebagai salah satu informasi visual yang membantu otak membentuk ekspektasi sebelum makanan benar-benar dicicipi.
Pada akhirnya, pengalaman makan merupakan gabungan dari berbagai indera seperti penglihatan, penciuman, pengecap, dan tekstur. Warna menjadi bagian awal dari pengalaman tersebut karena sebelum makanan masuk ke mulut, mata sudah lebih dahulu membantu otak membuat perkiraan mengenai apa yang akan dirasakan.
Sumber: Charles Spence, Flavour; Frontiers in Psychology; Food Quality and Preference; Scientific Reports. (Springer)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....