Pure Matcha dan Ceremonial, Apa Bedanya?
- 11 Agt 2026 09:49 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Matcha semakin mudah ditemukan, mulai dari minuman di kedai kopi hingga bubuk yang dijual untuk dibuat sendiri di rumah. Namun, saat memilih produk, kita sering menemukan istilah pure matcha dan ceremonial matcha yang terdengar mirip, padahal keduanya tidak selalu memiliki arti yang sama.
Secara sederhana, pure matcha biasanya merujuk pada bubuk matcha yang tidak dicampur dengan bahan lain seperti gula, susu, atau krimer. Namun, istilah “pure” bukanlah penanda tingkat kualitas resmi, sehingga matcha yang disebut pure belum tentu memiliki kualitas tertentu.
Sementara itu, ceremonial matcha umumnya digunakan untuk menyebut matcha yang ditujukan untuk diminum langsung dengan air. Matcha berkualitas lebih tinggi biasanya memiliki warna hijau yang cerah, aroma khas, rasa umami yang lebih kuat, serta tekstur bubuk yang sangat halus.
Menurut Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF), matcha dibuat dari daun teh yang ditanam dengan cara dinaungi sebelum dipanen, kemudian diolah menjadi tencha dan digiling hingga menjadi bubuk halus. Proses tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan matcha dari teh hijau biasa.
Penelitian dalam Journal of Chromatography A juga menunjukkan bahwa komposisi kimia matcha berbeda dari teh hijau yang diseduh karena seluruh bagian daun yang telah digiling dikonsumsi. Kandungan senyawa seperti katekin, kafein, dan L-theanine menjadi bagian dari karakteristik kimia matcha.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. “Ceremonial grade” bukan standar kualitas resmi yang berlaku secara universal. Istilah tersebut lebih banyak digunakan dalam industri untuk menggambarkan matcha dengan karakteristik dan tujuan penggunaan tertentu, sehingga label “ceremonial” pada kemasan tidak seharusnya menjadi satu-satunya patokan saat membeli.
Karena itu, saat memilih matcha, jangan hanya melihat tulisan pure atau ceremonial. Perhatikan juga komposisi, asal produk, informasi pengolahan, warna, aroma, serta tujuan penggunaannya. Kalau ingin diminum langsung dengan air, matcha dengan karakter rasa yang lebih lembut dan umami biasanya lebih sesuai. Sementara untuk membuat latte atau makanan, matcha yang memang ditujukan untuk kebutuhan tersebut bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Jadi, pure dan ceremonial sebenarnya bukan dua tingkatan yang bisa dibandingkan secara langsung. Pure lebih berkaitan dengan komposisi atau kemurnian produk, sedangkan ceremonial merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk menggambarkan kualitas dan penggunaan matcha, meski tidak memiliki standar universal.
Sumber
• Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF), Japan – informasi mengenai produksi dan pengolahan matcha.
• Kosińska, A. et al., penelitian mengenai komponen kimia dan karakteristik teh/matcha dalam Journal of Chromatography A.
• World Health Organization (WHO) – informasi umum mengenai komponen teh dan kafein.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....